Keuangan.id – 10 April 2026 | PT Alto Network (ALTO Network) melaporkan bahwa hingga Maret 2026 perusahaan berhasil memproses sekitar tiga puluh juta transaksi digital setiap harinya. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh peningkatan signifikan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang mencatat kenaikan volume sebesar 89,56% dan nilai transaksi naik 94,18% secara tahunan.
Berikut rangkuman poin-poin utama yang disampaikan oleh jajaran eksekutif ALTO Network:
- QRIS menjadi penyumbang terbesar dalam total transaksi, diikuti oleh layanan transfer melalui ATM dan mobile banking, tarik tunai ATM, pembayaran kartu GPN, serta layanan bill payment termasuk top‑up e‑wallet.
- Penarikan tunai di kota‑kota besar menunjukkan tren penurunan, sementara di wilayah rural terjadi peningkatan, menandakan pergeseran Indonesia dari masyarakat berbasis uang tunai ke arah less‑cash society.
- Transaksi tanpa kartu (cardless withdrawal) tumbuh dua digit, lebih cepat dibandingkan penarikan tunai konvensional yang hanya tumbuh satu digit.
- Dalam skema QRIS Cross‑Border, transaksi inbound (wisatawan asing berbelanja di Indonesia) masih mendominasi, terutama dari Malaysia, diikuti China, Thailand, Singapura, dan Jepang. Transaksi outbound (warga Indonesia berbelanja di luar negeri) juga mengalami pertumbuhan yang signifikan.
- Sekitar setengah dari bank digital di Indonesia telah mengadopsi solusi ALTO, dan perusahaan mengelola kira‑kira 70 juta kartu.
Chief Business Officer ALTO Network, Rangga Wiseno, menekankan bahwa meskipun penarikan tunai masih mengalami pertumbuhan, peningkatan layanan tarik tunai tanpa kartu menunjukkan adopsi teknologi yang lebih cepat di daerah pedesaan. Ia juga menambahkan bahwa potensi pasar Korea Selatan diperkirakan akan meningkat seiring dengan perluasan kerja sama lintas negara.
Selama tahun 2025, ALTO Network mencatat beberapa pencapaian penting, antara lain implementasi QRIS cross‑border bersama Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), pengembangan layanan contactless berbasis QRIS dan kartu, serta persiapan infrastruktur untuk menangani lonjakan transaksi pada musim Lebaran yang dapat naik hingga 50%.
Gretel Griselda, CEO ALTO Network, menutup pernyataan dengan optimisme bahwa perusahaan siap mempertahankan momentum pertumbuhan positif di tahun 2026, berkontribusi pada penguatan ekosistem pembayaran digital nasional.











