Berita  

Aldi Taher Bikin Geger: Burger ‘Miliki Allah’ di Instagram Borussia Dortmund & Bisnis Cepat BEP

Aldi Taher Bikin Geger: Burger ‘Miliki Allah’ di Instagram Borussia Dortmund & Bisnis Cepat BEP
Aldi Taher Bikin Geger: Burger ‘Miliki Allah’ di Instagram Borussia Dortmund & Bisnis Cepat BEP

Keuangan.id – 15 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Seorang selebritas muda Indonesia, Aldi Taher, kembali mencuri perhatian publik setelah muncul secara tak terduga di feed resmi klub sepak bola Jerman, Borussia Dortmund. Dalam sebuah video kolaborasi bertema burger, akun Instagram Dortmund menampilkan Aldi menyanyikan lagu “Wonderwall” sambil mengucapkan kalimat khasnya, “Semua burger, milik Allah”. Unggahan tersebut tidak hanya menonjolkan sisi hiburan, tetapi juga menegaskan kedekatan Borussia Dortmund dengan pasar Indonesia melalui penggunaan bahasa lokal dan tren kuliner yang sedang naik daun.

Kolaborasi dengan Borussia Dortmund

Video tersebut menampilkan para pemain Dortmund menikmati burger, kemudian beralih ke klip Aldi yang menyanyikan Oasis. Caption resmi klub menuliskan, “Semua burger, milik Allah”, serupa dengan ucapan yang sering terdengar dalam konten promosi Aldi’s Burger. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa klub Bundesliga semakin menggali potensi pemasaran di Asia Tenggara, terutama Indonesia, yang dikenal memiliki basis penggemar sepak bola yang besar. Penggunaan bahasa Indonesia bahkan menyertakan istilah Sunda pada postingan sebelumnya, menegaskan strategi klub untuk menyesuaikan diri dengan budaya setempat.

Bisnis Burger Aldi: Modal, Pertumbuhan, dan Break‑Even Point

Sementara kolaborasi tersebut menjadi sorotan, sisi lain dari kisah Aldi lebih menonjol di dunia bisnis kuliner. Aldi’s Burger, gerai burger yang berlokasi di Cempaka Putih, Jakarta, dilaporkan berhasil mencapai titik impas (Break Even Point) hanya dalam dua bulan sejak didirikan. Menurut pernyataan Aldi dalam wawancara dengan Atta Halilintar, modal awal yang ditanamkan mencapai Rp 40 juta, dibagi patungan dengan seorang rekan bisnis yang juga memiliki pengalaman di industri burger. “Alhamdulillah, dua bulan sudah balik modal,” ujar Aldi, menambahkan bahwa pembagian keuntungan dilakukan secara 50‑50.

Kecepatan pencapaian BEP tersebut menarik perhatian banyak pengusaha muda, mengingat rata‑rata bisnis kuliner di Indonesia biasanya memerlukan waktu lebih lama untuk menutup biaya operasional. Keberhasilan Aldi didorong oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Strategi pemasaran agresif melalui media sosial, termasuk meme dan frasa religius yang mudah diingat.
  • Kualitas produk yang menekankan roti lembut dan daging yang “juicy‑juicy”.
  • Dukungan jaringan selebritas lain, seperti Atta Halilintar, yang membantu memperluas jangkauan audiens.

Stok Habis, Tapi Promosi Tetap Menggelora

Meski bisnisnya berjalan lancar, Aldi mengakui bahwa stok burger di gerainya sering habis dalam hitungan jam. Alih‑alih mengeluh, ia justru mengalihkan pelanggan ke kompetitor, yakni Nikis Burger milik Nikita Mirzani, yang sedang menghadapi proses hukum. “Kalau Aldis Burger habis, belilah Nikis Burger. Karena Nikita Mirzani itu kakak saya, saya ingin bantu keluarganya,” kata Aldi dalam sebuah wawancara di Sarinah pada 11 April 2026. Ia bahkan berencana membeli dalam jumlah besar untuk mendukung perekonomian keluarga Nikita.

Langkah tersebut menimbulkan perdebatan di kalangan netizen. Sebagian menganggapnya sebagai tindakan solidaritas yang menginspirasi, sementara yang lain menilai strategi tersebut sebagai taktik pemasaran yang kontroversial. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa sikap Aldi menonjolkan ciri khasnya: menggabungkan unsur religius, humor, dan dukungan sosial dalam setiap interaksi publik.

Gaya Komunikasi dan Nilai Religius

Setiap kali Aldi mempromosikan burgernya, ia tak jarang menyisipkan pujian kepada Tuhan, misalnya dengan mengucapkan “Alhamdulillah ya Allah, terima kasih atas hujan‑Mu ini”. Gaya ini berhasil menciptakan ikatan emosional dengan audiens mayoritas Muslim di Indonesia. Kalimat “Semua burger, milik Allah” menjadi meme viral, sekaligus menjadi tagline tidak resmi yang memperkuat brand awareness Aldi’s Burger.

Secara keseluruhan, fenomena Aldi Taher mencerminkan dinamika baru dalam industri makanan cepat saji di Indonesia, di mana selebritas memanfaatkan kekuatan media sosial, kolaborasi lintas industri, dan nilai‑nilai budaya untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Dari kolaborasi dengan Borussia Dortmund hingga strategi dukungan kompetitor, Aldi menampilkan pendekatan yang multifaset, menggabungkan hiburan, keagamaan, dan solidaritas sosial dalam satu paket pemasaran.

Ke depan, keberhasilan Aldi Taher dapat menjadi studi kasus bagi pengusaha muda yang ingin memanfaatkan popularitas pribadi dalam membangun merek yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga resonan secara kultural.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *