Keuangan.id – 28 April 2026 | Klub raksasa asal Arab Saudi, Al‑Ahli, kembali menorehkan sejarah dengan mempertahankan gelar Liga Champions Asia 2025/2026 setelah mengalahkan Machida Zelvia dari Jepang dalam final yang berlangsung pada 25 April 2026 di Jeddah. Kemenangan 1‑0 ini menandai keberhasilan kedua berturut‑turut, menjadikan Al‑Ahli tim pertama sejak Al‑Ittihad (2005) yang berhasil menjuarai turnamen klub Asia secara berkelanjutan.
Perjalanan Al‑Ahli hingga final
Al‑Ahli memulai fase grup dengan serangkaian kemenangan yang menegaskan dominasi mereka. Pada laga pembuka melawan Nasaf Qarshi, Riyad Mahrez mencetak gol krusial pada menit tambahan ke‑4, mengubah keadaan 2‑2 menjadi 3‑2 dan memberi keunggulan akhir 4‑2. Di pertandingan berikutnya melawan Al‑Duhail, Mahrez kembali membuka skor lewat tendangan bebas di menit ke‑90+2, meski hasil akhirnya berakhir imbang 1‑1. Pertemuan keempat melawan Al‑Sadd memberi Mahrez gol pembuka pada menit ke‑34, membantu tim mengamankan kemenangan 2‑1.
Setelah melewati fase grup dengan tiga kemenangan dan satu seri, Al‑Ahli melaju ke babak 16 besar. Di pertemuan kedua melawan Al‑Duhail, Mahrez menorehkan gol penentu pada menit ke‑117 lewat tendangan bebas yang presisi, memastikan kemenangan dramatis 2‑1 setelah perpanjangan waktu.
Riyad Mahrez, empat gol penentu
Sepanjang turnamen, Mahrez mencatat total empat gol, masing‑masing pada fase grup, 16 besar, dan dua gol penting di fase grup awal. Kecepatan, kemampuan dribel, dan ketajaman tendangan bebasnya menjadi senjata utama Al‑Ahli melawan lawan‑lawannya. Penampilannya tidak hanya memberikan angka, tetapi juga meningkatkan moral tim, terutama ketika Al‑Ahli berada di bawah tekanan.
Final yang penuh ketegangan: Ivan Toney dan dua kartu merah
Final melawan Machida Zelvia berlangsung ketat. Kedua tim bermain dengan intensitas tinggi, bahkan Al‑Ahli harus bermain dengan sepuluh pemain selama hampir satu jam setelah Zakaria Hawsawi menerima kartu merah pada menit ke‑55 karena menanduk lawan. Menjelang akhir waktu normal, pengganti Mohammed Abdulrahman juga diusir setelah aksi keras, menambah beban disiplin bagi tim tuan rumah.
Walau berada dalam situasi numerik yang tidak menguntungkan, Al‑Ahli tetap berjuang. Pada menit ke‑126, Firas Al‑Burikan, yang menerima umpan cerdas dari Franck Kessié, berhasil mencetak gol penentu. Gol tersebut memastikan kemenangan 1‑0 dan menambah daftar trofi bagi Ivan Toney, yang sebelumnya telah mengantongi dua gelar AFC Champions League bersama Al‑Ahli.
Relevansi kemenangan di panggung global
Kemenangan Al‑Ahli tidak hanya meningkatkan prestise sepak bola Asia, tetapi juga menjadi sorotan bagi klub‑klub Eropa yang tengah berjuang meraih tiket ke Liga Champions UEFA. Di Inggris, Manchester United, yang dipimpin oleh pelatih interim Michael Carrick, berhasil mengalahkan Brentford 2‑1 pada 28 April 2026, mendekatkan mereka ke tiket Liga Champions UEFA. Carrick menegaskan pentingnya menjaga fokus dan tidak berpuas diri terlalu dini.
Meski kompetisi berada di benua yang berbeda, keberhasilan Al‑Ahli menyoroti tren global: klub‑klub dengan investasi kuat dan pemain bintang internasional mampu meraih hasil konsisten di level tertinggi. Penampilan Mahrez, yang pernah berjaya di Premier League dan Liga Champions UEFA, mempertegas peran pemain berpengalaman dalam mengangkat standar kompetisi Asia.
Statistik singkat turnamen
- Al‑Ahli: 12 laga, 8 kemenangan, 3 seri, 1 kekalahan.
- Riyad Mahrez: 4 gol (3 di fase grup, 1 di 16 besar).
- Ivan Toney: 3 trofi AFC Champions League (2024‑2026) dan 1 Piala Super Arab Saudi 2025.
- Machida Zelvia: debut pertama di final AFC, namun tak mampu mengatasi keunggulan taktis Al‑Ahli.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Liga Champions Asia kini semakin kompetitif, dengan klub‑klub berinvestasi pada pemain internasional serta infrastruktur modern. Bagi para penggemar, drama final, dua kartu merah, serta kontribusi pemain bintang seperti Mahrez dan Toney menjadi bukti bahwa sepak bola Asia mampu menghasilkan momen-momen epik setara dengan kompetisi benua lain.
Dengan gelar beruntun dan reputasi yang terus meroket, Al‑Ahli menatap tantangan berikutnya, termasuk kualifikasi ke turnamen klub dunia dan mempertahankan dominasi domestik di Liga Profesional Saudi.
