Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI Kokoh di Tengah Gejolak Global

Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI Kokoh di Tengah Gejolak Global
Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI Kokoh di Tengah Gejolak Global

Keuangan.id – 05 April 2026 | Koordinator Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat meski situasi global semakin tidak menentu. Ia menyoroti bahwa tantangan seperti gangguan rantai pasok, volatilitas harga komoditas, serta ketegangan geopolitik tidak menggerus stabilitas makroekonomi dalam negeri.

  • Struktur fiskal yang konservatif dengan defisit anggaran yang terkontrol.
  • Kebijakan moneter yang responsif dan inflasi yang tetap berada dalam target Bank Indonesia.
  • Cadangan devisa yang cukup besar sebagai penyangga eksternal.
  • Kondisi pasar tenaga kerja yang masih kuat, dengan tingkat pengangguran di bawah 5%.
  • Permintaan domestik yang terus tumbuh, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi publik.

Berikut rangkuman indikator kunci ekonomi Indonesia pada tahun 2023 yang menunjukkan kekuatan fundamental tersebut:

Indikator 2023
Pertumbuhan PDB 5,2 %
Inflasi 3,0 %
Defisit Fiskal 5,2 % GDP
Cadangan Devisa US$135 miliar
Pengangguran Terbuka 4,7 %

Airlangga menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat kebijakan struktural, termasuk reformasi regulasi investasi, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pengembangan sektor manufaktur yang lebih berdaya saing. Langkah‑langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada rantai pasok internasional yang rawan gangguan.

Selain itu, kebijakan fiskal tetap berorientasi pada pengelolaan utang yang prudensial. Pemerintah menargetkan rasio utang publik di bawah 40 % dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam jangka menengah, sehingga memberikan ruang bagi stimulus ekonomi bila diperlukan.

Dalam konteks geopolitik, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia tetap menjaga kebijakan luar negeri yang netral serta memperkuat kerja sama regional, khususnya melalui ASEAN, untuk mengurangi dampak negatif dari ketegangan internasional.

Dengan kombinasi kebijakan yang tepat, dukungan institusi keuangan yang solid, serta daya beli masyarakat yang kuat, pemerintah yakin ekonomi Indonesia siap menghadapi tantangan eksternal tanpa mengorbankan pertumbuhan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *