Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan pada hari Rabu bahwa tim nasional Iran akan tetap berpartisipasi di Piala Dunia 2026, termasuk menjajal laga di Amerika Serikat, meski terdapat tekanan politik dari pihak lain.
Keputusan FIFA yang Tak Tergoyahkan
Infantino menyampaikan keyakinannya dalam sidang Kongres FIFA ke-76 yang berlangsung di Vancouver. Ia menegaskan, “Iran Piala Dunia 2026 akan tetap menjadi bagian dari turnamen, dan mereka akan bermain di wilayah tuan rumah Amerika.” Pernyataan itu menegaskan otoritas FIFA yang tidak terpengaruh oleh pertimbangan geopolitik.
Reaksi Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang baru kembali menjabat, menanggapi pertanyaan wartawan di Oval Office dengan nada bersahabat. “Kalau Gianni mengatakan demikian, saya setuju. Biarkan mereka bermain,” ujar Trump, menegaskan dukungannya terhadap keputusan Infantino.
Trump menambahkan bahwa hubungannya dengan Infantino cukup akrab, menyebutnya sebagai “teman” dan memuji kerja keras sang presiden FIFA dalam menyiapkan turnamen terbesar dunia.
Latar Belakang Geopolitik
Keputusan ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026. Beberapa pihak sempat mengusulkan agar Iran memindahkan semua laga mereka ke Meksiko untuk menghindari potensi konfrontasi di tanah Amerika.
Usulan tersebut ditolak oleh FIFA dengan alasan prinsip non‑diskriminasi dan komitmen pada jadwal yang telah ditetapkan sejak awal proses kualifikasi.
Implikasi Bagi Turnamen
Dengan Iran tetap dijadwalkan di AS, jadwal pertandingan akan mencakup tiga kota utama: New York, Dallas, dan Los Angeles. Penempatan ini diharapkan meningkatkan tingkat penonton serta menambah nilai komersial turnamen.
- Keuntungan ekonomi bagi kota tuan rumah melalui peningkatan pendapatan hotel dan restoran.
- Pengalaman internasional bagi penonton lokal yang dapat menyaksikan tim Asia Barat secara langsung.
- Penguatan citra FIFA sebagai lembaga yang menegakkan prinsip sportivitas tanpa memihak politik.
Reaksi Publik dan Media
Berbagai media internasional menyoroti sikap tegas FIFA yang menolak intervensi politik. Di Indonesia, komentar publik terbagi antara dukungan terhadap prinsip sportivitas dan keprihatinan atas potensi ketegangan di stadion.
Para analis sepak bola menilai bahwa kehadiran Iran dapat menambah dinamika kompetisi, mengingat tim tersebut memiliki sejarah kuat di kualifikasi Asia Barat.
Secara keseluruhan, keputusan ini menegaskan bahwa olahraga tetap menjadi arena yang dapat menjembatani perbedaan, meski dihadapkan pada tantangan geopolitik yang kompleks.
