Keuangan.id – 24 April 2026 | John Herdman menatap masa depan Timnas Indonesia dengan harapan besar setelah mengambil alih kemudi tim pada dua laga perdana. Dalam kedua pertemuan tersebut, enam pemain menonjol sebagai tulang punggung yang tak tergantikan, memastikan strategi ofensif dan defensif berjalan mulus. Berikut ulasan lengkap mengenai enam pemain tak tergantikan yang menjadi kunci keberhasilan starting XI Garuda.
Profil Enam Pemain Tak Tergantikan
- Evan Dimas (Gelandang Tengah) – Si pembuat permainan ini menampilkan visi luar biasa, mengatur ritme serangan, dan memberikan umpan-umpan terobosan. Dalam dua laga, ia mencatat tiga assist dan mengendalikan penguasaan bola tim hingga 58%.
- Stefano Lilipaly (Gelandang Serang) – Dengan kecepatan dan kemampuan dribbling yang memukau, Lilipaly menjadi ancaman utama di lini tengah. Golnya pada laga kedua melengkapi kemenangan tipis yang memperkuat posisi Indonesia di fase grup.
- Witan Sulaeman (Penyerang) – Penyerang muda ini menampilkan gerakan tanpa bola yang cerdas, menciptakan ruang bagi rekan satu tim. Ia berhasil menembus pertahanan lawan tiga kali, dua di antaranya menghasilkan peluang tepat sasaran.
- Andik Vermansyah (Sayap Kiri) – Pengalaman Andik memberikan keseimbangan pada sisi kiri. Crossingnya yang akurat menghasilkan dua peluang penting, salah satunya berujung pada gol penentu kemenangan.
- Rizky Pellu (Gelandang Defensif) – Sebagai jangkar pertahanan, Pellu berhasil memutus serangan lawan sebanyak lima kali, sekaligus membantu transisi cepat ke serangan.
- Pratama Arhan (Bek Kiri) – Arhan menampilkan disiplin taktis yang tinggi, melakukan intersep krusial dan memberikan dukungan pada serangan dengan overlapp yang efektif.
Peran Strategis dalam Formasi Herdman
John Herdman mengadopsi formasi 4-3-3 yang menitikberatkan pada fleksibilitas pemain. Enam pemain tak tergantikan tersebut menjadi pilar utama dalam implementasi taktik tersebut. Dimas dan Pellu mengontrol lini tengah, memastikan pertahanan tetap solid sambil menyiapkan serangan. Lilipaly dan Andik menambah dimensi kecepatan pada sisi sayap, sementara Witan menjadi ujung tombak yang siap mengeksekusi peluang.
Keberhasilan taktik ini tidak lepas dari sinergi antara pemain. Contohnya, ketika Dimas mengoper ke Lilipaly, ia langsung mengalirkan bola kepada Witan yang berada di posisi off‑the‑ball, menciptakan ruang yang sulit diantisipasi oleh lawan. Di sisi defensif, Arhan dan Pellu bekerja sama menutup celah, memastikan tidak ada lubang yang dapat dimanfaatkan oleh tim lawan.
Statistik Kunci Selama Dua Laga
| Pemain | Gol | Assist | Intersep | Pass Accuracy |
|---|---|---|---|---|
| Evan Dimas | 0 | 3 | 2 | 87% |
| Stefano Lilipaly | 1 | 1 | 1 | 84% |
| Witan Sulaeman | 1 | 0 | 0 | 81% |
| Andik Vermansyah | 0 | 0 | 1 | 85% |
| Rizky Pellu | 0 | 0 | 5 | 89% |
| Pratama Arhan | 0 | 0 | 3 | 86% |
Angka-angka tersebut menggarisbawahi betapa pentingnya peran masing‑masing pemain dalam mendukung strategi Herdman. Keterlibatan mereka dalam fase pertahanan maupun serangan membuat mereka menjadi pemain tak tergantikan dalam skema tim.
Ke depan, harapan besar tertuju pada kemampuan mereka untuk mempertahankan konsistensi. Jika enam pemain tak tergantikan ini terus menunjukkan performa serupa, Indonesia memiliki peluang nyata untuk melaju jauh di turnamen berikutnya.











