Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu 25–27 Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 0,14 persen, menutup pada level 7.097,05 dibandingkan 7.106,83 pada pekan sebelumnya. Penurunan ini turut menurunkan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 0,24 persen menjadi Rp12.516 triliun.
Analisis BEI mengidentifikasi lima saham yang paling berkontribusi pada pelemahan indeks tersebut, yang disebut sebagai top laggards:
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): menurunkan IHSG sebesar 15,99 poin, dengan penurunan harga saham sekitar 11,16%.
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): memberikan penurunan 10,83 poin, harga saham turun 10,53%.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): menyumbang penurunan 10,18 poin, saham melemah 4,74%.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): berkontribusi penurunan 9,43 poin, harga turun 1,72%.
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII): menurunkan indeks sebesar 8,65 poin, dengan penurunan harga saham 4,16%.
Di sisi lain, rata‑rata volume transaksi harian BEI mengalami penurunan 4,81 persen menjadi 28,31 miliar lembar saham, sementara nilai transaksi harian naik 15,27 persen menjadi Rp23,33 triliun. Frekuensi transaksi harian juga meningkat 9,01 persen menjadi sekitar 1,73 juta transaksi per hari.
Investor asing pada hari Jumat, 27 Maret, mencatat net sell sebesar Rp1,76 triliun. Secara kumulatif selama tahun 2026 hingga saat ini, net sell asing mencapai Rp30,88 triliun.
Data ini mencerminkan tekanan jual yang masih kuat meskipun nilai transaksi meningkat, menandakan sentimen pasar yang berhati‑hati menjelang periode selanjutnya.











