Keuangan.id – 05 April 2026 | Zurich Life menegaskan komitmen pengelolaan asetnya di tengah gejolak pasar dengan mengamankan dana sebesar Rp 2,59 triliun, yang mayoritas dialokasikan pada obligasi pemerintah. Langkah ini mencerminkan strategi konservatif namun tetap mengoptimalkan imbal hasil bagi portofolio asuransi jiwa.
Berikut ini rangkuman alokasi aset dan alasan utama pemilihan obligasi pemerintah:
| Instrumen | Nilai (Rp Triliun) |
|---|---|
| Obligasi Pemerintah | 2,59 |
| Instrumen Lain | 0 |
- Keamanan kredit: Pemerintah Indonesia memiliki rating yang stabil, sehingga risiko gagal bayar sangat rendah.
- Kesesuaian dengan liabilitas: Durasi obligasi dapat diselaraskan dengan jatuh tempo polis, meminimalkan mismatch aset‑liabilitas.
- Likuiditas tinggi: Pasar obligasi pemerintah cukup likuid, memudahkan penyesuaian portofolio bila diperlukan.
- Regulasi yang mendukung: Otoritas Jasa Keuangan mendorong penggunaan instrumen berisiko rendah untuk cadangan teknis asuransi jiwa.
- Imbal hasil kompetitif: Pada 2026, suku bunga obligasi diproyeksikan berada di kisaran 6‑7% per tahun, lebih menarik dibandingkan deposito konvensional.
Prospek pasar obligasi pemerintah pada 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kebijakan fiskal yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan permintaan domestik, serta stabilitas politik. Kombinasi tersebut diharapkan menstabilkan harga obligasi dan menjaga yield pada level yang menguntungkan bagi investor institusional.
Dengan pendekatan ini, Zurich Life tidak hanya melindungi nilai portofolionya, tetapi juga memberikan contoh bagi perusahaan asuransi jiwa lain untuk menimbang kembali strategi alokasi aset mereka, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
