Berita  

Yusril Sebut Usul Gibran Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dibahas dengan MA

Yusril Sebut Usul Gibran Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dibahas dengan MA
Yusril Sebut Usul Gibran Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dibahas dengan MA

Keuangan.id – 14 Mei 2026 | Jakarta, IDN Times – Sidang kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kembali mengungkap sejumlah fakta baru. Mulai dari alasan Andrie belum pernah hadir di persidangan, dugaan adanya agen ganda di internal BAIS TNI, hingga pengakuan para terdakwa memilih menyiram dengan air keras.

Penyerangan terhadap aktivis Andrie terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2025). Penyerangan itu membuat luka bakar di bagian dada, wajah, hingga lengan Andrie. Pelaku penyiraman air keras adalah empat anggota Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS TNI).

Andrie Yunus belum pernah hadir di sidang hingga didatangi ke RSCM karena harus menjalani istirahat total pascaoperasi pencangkokan kulit. Oditur Militer, Letnan Kolonel Chk TNI Muhammad Iswadi, mengatakan, Andrie harus menjalani istirahat total sehingga belum dapat menghadiri sidang.

Hakim oditur sebut aksi penyiraman air keras dilakukan secara amatir. Empat terdakwa tidak bertugas di Hotel Fairmont, tetapi muncul dugaan bahwa mereka bergerak sebagai agen ganda. Terdakwa memilih cara siram air keras karena lebih cepat eksekusi dan membeli air keras di bengkel, berisi campuran air aki dan pembersih karat.

Berikut deretan fakta terbaru yang ditemukan dari beberapa sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus:

  • Andrie Yunus belum pernah hadir di sidang hingga didatangi ke RSCM.
  • Hakim oditur sebut aksi penyiraman air keras dilakukan secara amatir.
  • Empat terdakwa tidak bertugas di Hotel Fairmont.
  • Muncul dugaan terdakwa bergerak sebagai agen ganda.
  • Terdakwa memilih cara siram air keras karena lebih cepat eksekusi.
  • Terdakwa membeli air keras di bengkel, berisi campuran air aki dan pembersih karat.

Zahira Hilman, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mengatakan, Andrie Yunus masih dirawat intensif di RSCM dan belum dapat menghadiri sidang. Oditur Militer, Letnan Kolonel Chk TNI Muhammad Iswadi, mengatakan, Andrie harus menjalani istirahat total pascaoperasi pencangkokan kulit sehingga belum dapat menghadiri sidang.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Militer, Kolonel Chk Fredy Ferdian, mengatakan, ketidakhadiran Andrie menyulitkan pihaknya menggali kondisi korban secara langsung dalam persidangan. Untuk memastikan kondisi terkini, pihak oditur militer mendatangi Andrie yang masih menjalani perawatan intensif di RSCM Jakarta.

Penyerangan terhadap Andrie Yunus merupakan salah satu contoh tindakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap aktivis hukum. Kasus ini telah menimbulkan perdebatan di masyarakat tentang perlindungan hak asasi manusia dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap aktivis.

Andrie Yunus masih dirawat intensif di RSCM dan belum dapat menghadiri sidang. Pihak oditur militer masih menggali kondisi korban secara langsung dalam persidangan. Penyerangan terhadap Andrie Yunus merupakan salah satu contoh tindakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap aktivis.

Exit mobile version