Keuangan.id – 08 April 2026 | PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melaporkan kerugian sebesar sekitar Rp1,8 triliun per tahun yang berasal dari proyek Whoosh, sebuah inisiatif transportasi cepat yang ternyata belum memberikan hasil finansial yang diharapkan. Penurunan ini menambah beban keuangan perusahaan di tengah upaya memperkuat portofolio infrastruktur.
Whoosh, yang direncanakan sebagai sistem transportasi berkecepatan tinggi, mengalami keterlambatan penyelesaian, kenaikan biaya konstruksi, serta rendahnya tingkat adopsi pengguna. Akumulasi faktor-faktor tersebut menyebabkan beban operasional dan penyusutan aset meningkat, berujung pada kerugian signifikan bagi WIKA.
| Tahun | Kerugian (Rp) |
|---|---|
| 2023 | 1,8 triliun |
| 2024 (proyeksi) | 1,5 triliun |
Sebagai respons, manajemen WIKA berjanji akan melakukan restrukturisasi proyek, memperketat pengendalian biaya, serta mengevaluasi kembali kelayakan investasi di sektor transportasi cepat.
Di sisi lain, Danantara, sebuah entitas yang mengawasi penugasan proyek BUMN, mengumumkan kebijakan baru yang membatasi penugasan perusahaan milik negara pada bidang di luar kompetensi inti mereka. Kebijakan ini bertujuan mengurangi risiko keuangan dan memastikan bahwa BUMN fokus pada sektor yang memang menjadi keunggulan kompetitif masing‑masing.
- Mengidentifikasi kompetensi inti tiap BUMN.
- Menetapkan mekanisme evaluasi proyek sebelum penugasan.
- Mengoptimalkan alokasi sumber daya pada bidang yang memberikan nilai tambah terbesar.
- Meningkatkan transparansi dalam proses penunjukan proyek.
Kebijakan Danantara diperkirakan akan menurunkan eksposur BUMN terhadap proyek berisiko tinggi di luar keahlian mereka, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja keuangan secara keseluruhan.
Pengamat pasar menilai bahwa kombinasi antara kerugian WIKA dan langkah pengetatan kebijakan Danantara mencerminkan tantangan struktural dalam sektor infrastruktur Indonesia. Jika perusahaan dapat menyesuaikan strategi dan fokus pada kompetensi utama, potensi pemulihan keuangan tetap terbuka lebar.
