Keuangan.id – 26 April 2026 | Pembalap muda asal Indonesia, Veda Pratama, kembali menatap lintasan legendaris Sirkuit Angel Nieto, Jerez, dalam rangkaian Moto3 Spanyol 2026. Setelah menorehkan podium di Brasil dan menunjukkan performa konsisten di Thailand, sang “Roket Boy” menyiapkan strategi khusus untuk mengulang kesuksesan tahun lalu.
Jadwal Lengkap di Jerez
Ajang tiga hari yang dimulai pada 24 April hingga 26 April 2026 menyajikan serangkaian sesi penting bagi Veda. Berikut rangkaian waktu yang dapat diikuti penggemar melalui layanan live streaming SPOTV, Trans7, Vidio, atau Vision+.
| Hari | Waktu (WIB) | Kegiatan |
|---|---|---|
| Jumat, 24 April | 14:00‑14:35 | Free Practice 1 (FP1) |
| 18:15‑18:50 | Practice 2 | |
| Sabtu, 25 April | 13:40‑14:10 | Free Practice 2 (FP2) |
| 17:45‑18:00 | Kualifikasi 1 (Q1) | |
| 18:10‑18:25 | Kualifikasi 2 (Q2) | |
| Minggu, 26 April | 16:00 | Race Moto3 (19 lap) |
Performa di Sesi Latihan dan Kualifikasi
Pada hari pertama, Veda mengalami kesulitan adaptasi. Dalam FP1 ia hanya mampu menempati posisi ke‑24 dengan catatan waktu 1:46.808, jauh di belakang pole‑position Máximo Quiles (1:44.070). Sesi practice sore menunjukkan perbaikan signifikan, menembus posisi ke‑16 dengan waktu 1:44.860, namun masih belum cukup untuk melaju ke Q2. Akibat itu, Veda harus memulai kembali dari Q1 pada Sabtu.
Di Q1, Veda menunjukkan keberanian dengan menempati posisi kedua (1:46.103), memastikan tempatnya di Q2. Namun pada Q2, sebuah crash pada hot‑lap terakhir menghambat upaya memperbaiki waktu, membuatnya finis di posisi ke‑17 dengan 1:45.738. Meskipun tidak ideal, Veda tetap dalam kondisi baik dan siap menghadapi balapan utama.
Motivasi dan Target Podium
Keputusan Veda untuk kembali ke Jerez bukan kebetulan. Pengalaman di Red Bull Rookies Cup 2024‑2025 memberikan ia pengetahuan mendalam tentang karakteristik lintasan, termasuk catatan tercepat 1:44.968 yang menempatkannya pada posisi ke‑17 dalam klasemen. Pengalaman tersebut menjadi modal mental untuk mengatasi tekanan pada hari race.
Setelah gagal finis di GP Amerika Serikat, Veda menegaskan tekadnya untuk bangkit. Ia menyatakan bahwa podium di Brasil menunjukkan bahwa ia mampu bersaing dengan rider top, dan Jerez menjadi arena ideal untuk menambah poin penting. Dengan peringkat ke‑7 di klasemen Moto3 2026 dan total 28 poin, setiap poin tambahan sangat berarti untuk menutup jarak dengan pemimpin seperti Máximo Quiles (65 poin).
Strategi Balapan Utama
- Manfaatkan start dari posisi menengah (P17) untuk masuk ke dalam pack pertama pada tikungan pertama.
- Gunakan pengalaman di Rookies Cup untuk memilih jalur tercepat pada bagian lurus utama.
- Jaga kestabilan motor pada kondisi panas tinggi, mengingat suhu Jerez cenderung meningkat menjelang sore.
- Berusaha menghindari risiko crash di sektor 2, yang menjadi titik rawan pada sesi kualifikasi.
Tim Honda Asia mengandalkan motor NSF250RW yang telah dioptimalkan untuk performa akselerasi di tikungan tajam. Penyesuaian suspensi dan tekanan ban dilakukan setelah sesi FP2 untuk memastikan grip optimal pada trek beraspal halus Jerez.
Harapan Penggemar Indonesia
Penggemar di tanah air menantikan aksi Veda Pratama dengan antusias. Live streaming melalui Trans7 dan platform digital memungkinkan ribuan penonton menyaksikan setiap tikungan, overtake, dan potensi podium. Media sosial menyoroti dukungan massal, dengan hashtag #VedaPratamaJerez trending pada hari perlombaan.
Jika Veda berhasil menyalip rider kompetitif pada lap‑pertama dan mempertahankan ritme konsisten, peluangnya untuk kembali ke podium tidak dapat diabaikan. Keberhasilan tersebut tidak hanya meningkatkan posisi klasemen, tetapi juga mengukuhkan reputasi Indonesia sebagai negara pembalap muda berbakat di ajang Moto3 dunia.
Dengan kombinasi pengalaman, motivasi tinggi, dan dukungan fanbase yang solid, Veda Pratama siap menantang batas dirinya di Moto3 Spanyol 2026. Semua mata kini tertuju pada lintasan Jerez, menanti apakah sang “Roket Boy” dapat mengulang keajaiban podium yang pernah ia ciptakan sebelumnya.
