Keuangan.id – 12 April 2026 | Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama terus menjadi sorotan utama dalam ajang Moto3 2026. Pada usia 17 tahun, Veda menorehkan performa impresif sejak debutnya, menempati posisi puncak perbincangan di kalangan tim-tim papan atas. Keberhasilannya menembus podium di Thailand, Brasil, dan kini di Spanyol menegaskan potensinya sebagai calon bintang kelas dunia.
Awal Musim yang Menggembirakan
Musim 2026 dimulai dengan langkah kuat Veda di Grand Prix Thailand, di mana ia berhasil menutup balapan di posisi kelima. Hasil tersebut diikuti dengan penampilan podium pertama di Moto3 Brasil, menegaskan konsistensi dan kecepatan pembalap asal Gunungkidul, Jawa Tengah. Meski mengalami kegagalan finis di Amerika Serikat, Veda tetap berada di papan atas klasemen sementara dengan 27 poin, menempati urutan ketujuh dan hanya 38 poin di belakang pemimpin Maximo Quiles.
Cedera di IntactGP Buka Pintu
Pada Grand Prix Spanyol di sirkuit Jerez, dua pembalap kunci tim IntactGP, David Almansa dan David Muñoz, terpaksa absen akibat cedera. Almasa mengalami patah siku setelah kecelakaan di Brasil, sedangkan Muñoz masih dalam proses pemulihan pasca operasi. Kekosongan tersebut menciptakan peluang strategis bagi tim Honda Team Asia, yang kini dipimpin Veda. Tanpa kehadiran IntactGP, Veda berhasil mengamankan podium di Spanyol, menambah kredibilitasnya sebagai pembalap yang mampu memanfaatkan momen krusial.
Spekulasi Transfer ke Tim Papan Atas
Keberhasilan Veda tidak luput dari perhatian manajer dan scout tim-tim besar Moto3. Berbagai rumor menyebutkan bahwa tim-tim seperti Red Bull KTM Ajo, Leopard Racing, dan bahkan tim pabrikan Honda tengah mengintai pembalap berusia 18 tahun ini untuk musim 2027. Hendry Wibowo, juru bicara tim Honda Team Asia, mengungkap bahwa Veda telah “diintip‑intip” oleh banyak tim papan atas dan ada kemungkinan ia akan pindah ke tim yang lebih kompetitif menjelang musim depan.
Posisi Klasemen dan Prospek Musim Depan
Dengan 27 poin, Veda berada di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026. Statistik menunjukkan bahwa ia mencatatkan rata‑rata poin per balapan sekitar 6,8, lebih tinggi dari rata‑rata pembalap di posisi 10‑15. Jika ia mampu menambah satu atau dua podium lagi, jarak ke pemuncak klasemen dapat dipersingkat secara signifikan. Selain itu, pengalaman di Red Bull Rookies Cup 2025 (finis runner‑up) dan Asian Talent Cup 2023 (juara) menambah nilai taktis bagi tim yang mengincarnya.
Secara keseluruhan, musim Moto3 2026 sedang menampilkan persaingan yang ketat, namun Veda Ega Pratama muncul sebagai kandidat utama untuk menembus barisan teratas. Dengan dukungan tim Honda Team Asia, peluang cedera pesaing, serta ketertarikan tim besar, langkah selanjutnya Veda berpotensi melangkah ke panggung yang lebih besar pada musim 2027.
