Berita  

UGM Ungkap Potensi Mikroalga, Peluang Energi Hijau yang Belum Digarap Maksimal

UGM Ungkap Potensi Mikroalga, Peluang Energi Hijau yang Belum Digarap Maksimal
UGM Ungkap Potensi Mikroalga, Peluang Energi Hijau yang Belum Digarap Maksimal

Keuangan.id – 05 April 2026 | Baru-baru ini tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan bahwa mikroalga memiliki potensi besar sebagai sumber energi hijau dan bahan baku bioindustri. Penelitian ini menyoroti peluang yang belum sepenuhnya dimanfaatkan di Indonesia.

Mikroalga adalah organisme bersel tunggal yang dapat melakukan fotosintesis dengan efisiensi tinggi. Karena kemampuan menghasilkan lipid, protein, dan karotenoid, mikroalga dapat diolah menjadi biodiesel, bioetanol, pupuk organik, serta produk farmasi.

  • Rendah jejak karbon dibandingkan bahan bakar fosil.
  • Pertumbuhan cepat; satu hektar dapat menghasilkan hingga 20.000 liter biodiesel per tahun.
  • Dapat dibudidayakan di lahan marginal atau kolam garam, sehingga tidak bersaing dengan lahan pertanian.
  • Menangkap CO2 dari industri atau pembangkit listrik.

Namun, realisasi komersial di tanah air masih terbatas. Beberapa kendala yang diidentifikasi oleh peneliti UGM meliputi:

Faktor Deskripsi
Infrastruktur Kurangnya fasilitas produksi skala menengah.
Regulasi Kebijakan belum secara khusus mengatur pemanfaatan mikroalga.
Pendanaan Investasi swasta masih ragu karena risiko teknologi.
Sumber daya manusia Kekurangan tenaga ahli di bidang bioteknologi alga.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, UGM merekomendasikan beberapa langkah strategis:

  1. Peningkatan kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan industri.
  2. Penyusunan regulasi yang mendukung skema insentif bagi proyek bioenergi.
  3. Penyediaan dana riset dan hibah khusus untuk skala pilot.
  4. Pengembangan program pendidikan dan pelatihan teknis bagi tenaga kerja.

Jika strategi tersebut diimplementasikan, mikroalga dapat menjadi kontributor signifikan dalam mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor bioindustri. Pemerintah Indonesia yang telah menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025 berpotensi mempercepat adopsi teknologi ini.

Dengan potensi ekonomi yang menjanjikan dan dampak lingkungan yang positif, mikroalga berada di persimpangan antara inovasi ilmiah dan agenda pembangunan berkelanjutan. UGM berharap temuan ini dapat memicu kebijakan yang lebih proaktif serta investasi yang lebih besar untuk mewujudkan energi hijau yang lebih optimal.

Exit mobile version