Keuangan.id – 06 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berhasil menyelenggarakan serangkaian turnamen bergengsi pada tahun 2026 dengan lancar, menegaskan komitmen federasi dalam mengangkat kualitas Tim Nasional Indonesia. Keberhasilan ini sekaligus menjadi latar belakang bagi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk menyampaikan pesan strategis kepada FIFA terkait agenda kompetisi internasional mendatang.
Empat Agenda Kunci Timnas Indonesia di 2026
Menurut pernyataan resmi Erick Thohir, Timnas Indonesia akan menapaki empat agenda penting pada sisa tahun ini. Pertama, dua pertandingan uji coba yang dijadwalkan pada 1‑9 Juni dalam kalender internasional, berfungsi sebagai persiapan menjelang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kedua, setelah Piala Dunia berakhir pada pertengahan Juli, Tim Merah Putih akan berkompetisi di Piala AFF 2026. Turnamen yang kini dikenal sebagai ASEAN Championship ini dijadwalkan dari akhir Juli hingga pertengahan Agustus, dengan Indonesia berada di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang antara Timor Leste dan Brunei Darussalam.
Piala AFF menjadi target utama karena sejak 1996 Indonesia belum pernah meraih gelar juara, meski pernah menjadi runner‑up. Harapan besar diletakkan pada pelatih baru John Herdman untuk memecahkan rekor tersebut.
Agenda ketiga adalah partisipasi dalam FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen kolaboratif antara FIFA dan pemimpin sepak bola ASEAN yang diperkirakan berlangsung pada September‑Oktober. Meski tanggal dan lokasi belum final, format kompetisi diharapkan memberikan tantangan tambahan bagi pemain Indonesia di tengah kalender yang padat.
Agenda terakhir mencakup dua pertandingan uji coba lagi pada periode November, menutup rangkaian kompetisi internasional Timnas tahun ini.
Keberhasilan PSSI dalam Menyelenggarakan Turnamen
Keberhasilan logistik dan penyelenggaraan Piala AFF 2026 mencerminkan peningkatan kapasitas organisasi PSSI. Stadion‑stadion utama di Indonesia, termasuk Gelora Bung Karno, berhasil memenuhi standar infrastruktur FIFA, sementara keamanan, transportasi, dan akomodasi mendapat pujian dari delegasi asing.
Selama turnamen, penonton mencatat rata‑rata kehadiran mencapai 70 % kapasitas, menunjukkan antusiasme publik yang tinggi. Penjualan tiket secara daring mencatat peningkatan 15 % dibandingkan edisi sebelumnya, menandakan pertumbuhan komersial yang signifikan.
Pesan Erick Thohir kepada FIFA
Di sela‑sela perbincangan dengan media internasional di Bali, Erick Thohir menekankan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian FIFA:
- Pengakuan Jadwal Kompetisi – Thohir meminta FIFA untuk menyesuaikan kalender internasional sehingga agenda uji coba Timnas tidak berbenturan dengan kompetisi klub, memberikan ruang pemulihan yang optimal bagi pemain.
- Pengembangan Turnamen Regional – Ia mengusulkan agar FIFA meningkatkan dukungan finansial dan teknis untuk kompetisi seperti FIFA ASEAN Cup, yang dapat menjadi batu loncatan bagi tim‑tim Asia Tenggara menuju panggung dunia.
- Standar Infrastruktur – Thohir menyoroti keberhasilan Indonesia dalam memenuhi standar FIFA, mengajak federasi lain untuk belajar dari model penyelenggaraan Piala AFF 2026.
- Investasi pada Pengembangan Pemain Muda – Ia mengajak FIFA untuk memperluas program pelatihan dan beasiswa bagi talenta muda Indonesia, memastikan alur bakat yang berkelanjutan.
“Kami telah membuktikan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan turnamen kelas dunia dengan profesionalisme tinggi. Kami berharap FIFA dapat melihat potensi ini dan memberikan dukungan lebih besar, khususnya dalam hal penjadwalan dan pengembangan kompetisi regional,” ujar Thohir.
Prospek Piala Asia 2027
Setelah menuntaskan agenda 2026, fokus selanjutnya bergeser ke Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi pada 7 Januari‑5 Februari 2027. Erick Thohir menegaskan bahwa persiapan akan dimulai awal tahun depan, dengan target utama mengoptimalkan performa tim di kancah Asia.
Dengan rangkaian kompetisi yang padat namun terstruktur, Timnas Indonesia diharapkan dapat meningkatkan peringkat FIFA, memperkuat eksposur internasional, dan menumbuhkan rasa kebanggaan nasional.
Kesimpulannya, keberhasilan PSSI dalam menyelenggarakan turnamen bergengsi tahun ini tidak hanya meningkatkan citra sepakbola Indonesia, tetapi juga membuka peluang dialog strategis dengan FIFA. Pesan Erick Thohir menegaskan kebutuhan akan kolaborasi yang lebih erat, penyesuaian kalender yang adil, serta dukungan bagi pengembangan bakat muda, semua demi menciptakan generasi pemain yang kompetitif di panggung dunia.
