Keuangan.id – 13 April 2026 | Tugu Insurance, salah satu perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia, mulai meningkatkan alokasi dana pada instrumen obligasi hijau (green bond) sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam portofolio investasinya.
Beberapa faktor yang mendorong keputusan tersebut antara lain:
- Kebutuhan meningkatkan kredibilitas ESG di mata regulator dan pemangku kepentingan.
- Potensi pertumbuhan pasar obligasi hijau yang diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan seiring dengan komitmen pemerintah Indonesia terhadap transisi energi bersih.
- Diversifikasi risiko portofolio melalui aset dengan profil risiko yang relatif stabil.
Berikut gambaran singkat alokasi investasi Tugu Insurance saat ini:
| Kategori Investasi | Persentase |
|---|---|
| Obligasi Hijau | 2,3 % |
| Obligasi Konvensional | ≈ 70 % |
| Saham | ≈ 15 % |
| Instrumen Lain | ≈ 12,7 % |
Manajemen Tugu Insurance menegaskan komitmen untuk secara bertahap meningkatkan eksposur pada obligasi hijau, sejalan dengan target internal untuk mencapai minimal 10 % investasi berkelanjutan dalam lima tahun ke depan. Peningkatan alokasi diperkirakan akan didukung oleh meningkatnya penerbitan green bond oleh pemerintah dan perusahaan swasta di Indonesia.
Secara keseluruhan, langkah Tugu Insurance mencerminkan tren industri keuangan Indonesia yang semakin mengintegrasikan faktor lingkungan dalam keputusan investasi, sekaligus membuka peluang bagi investor institusional lain untuk mengikuti jejak serupa.
