Keuangan.id – 26 April 2026 | Madura United memasuki pekan ke-29 BRI Super League dengan keyakinan tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun melawan Persebaya Surabaya dan Persik Kediri. Tim asuhan caretaker Rakhmad Basuki menargetkan tiga poin penting di kandang sendiri, Stadion Gelora Bangkalan, untuk menghindari zona degradasi.
Momentum Positif Sebelum Laga
Keberhasilan menundukkan Persebaya (1-2) dan Persik Kediri (1-2) memberikan suntikan moral besar bagi skuad Laskar Sape Kerrab. Rakhmad Basuki menyatakan persiapan tim berjalan lancar dan berharap tren positif dapat berlanjut melawan Dewa United, tim yang juga tengah berada dalam kondisi baik.
Profil Dewa United dan Tantangan yang Dihadapi
Dewa United Banten FC memasuki pertandingan dengan catatan impresif: lima kemenangan tandang dari delapan pertemuan terakhir, hanya satu kekalahan, dan dua hasil imbang. Pelatih Jan Olde Riekerink menegaskan bahwa meskipun performa tim stabil, melawan Madura United tidak akan mudah karena lawan berada di posisi yang membutuhkan poin untuk selamat dari zona merah.
Dalam pertemuan pertama musim ini, Madura United berhasil mengalahkan Dewa United 0-2, menambah kepercayaan diri tim tamu. Namun, Dewa United kembali menunjukkan ketangguhan pada laga terakhir melawan Malut United dengan kemenangan tipis 1-2 di luar kandang.
Jalannya Laga: Dari Kemenangan Awal Madura United hingga Comeback Dewa United
Pertandingan dimulai dengan cepat. Pada menit ketujuh, Junior Brandao (Brasil) membuka keunggulan Madura United setelah menerima umpan dari Iran Goncalves Junior. Gol tersebut memberi Madura United keunggulan 1-0 dan menambah harapan bagi pendukung di tribun.
Babak kedua menjadi titik balik. Ricky Kambuaya, gelandang berusia 29 tahun, mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-49 setelah menerima assist dari Alexis Messidoro. Empat menit kemudian, Kambuaya kembali menambah angka dengan gol kedua, kali ini dari umpan Johnathan, mengunci kemenangan 2-1 untuk Dewa United.
Statistik dan Performans Pemain Kunci
- Ricky Kambuaya: dua gol, menjadi pahlawan comeback Dewa United.
- Junior Brandao: satu gol pertama untuk Madura United, menunjukkan kemampuan finishing.
- Alexis Messidoro: assist penting untuk gol pertama Kambuaya.
- Johnathan: assist penentu gol kedua Kambuaya.
Posisi akhir klasemen sementara menunjukkan dampak signifikan. Dewa United naik ke peringkat ketujuh dengan total 44 poin dari 29 pertandingan, sementara Madura United kembali terpuruk di posisi ke-16 dengan 26 poin, terpaut satu poin dari Persis Solo.
Reaksi Pelatih dan Harapan Kedepan
Rakhmad Basuki mengakui bahwa kehilangan tiga poin sangat mengecewakan, namun menegaskan pentingnya memperbaiki performa di sisa pertandingan. Ia menambahkan bahwa tim harus tetap fokus pada strategi bertahan dan memanfaatkan peluang serangan balik.
Jan Olde Riekerink tetap optimis, menyatakan bahwa timnya akan terus menyesuaikan taktik untuk mengatasi lawan yang berada di zona degradasi. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan mentalitas juara dalam menghadapi sisa kompetisi.
Dengan sisa lima pertandingan, Madura United harus mengumpulkan poin secara konsisten untuk menghindari degradasi, sementara Dewa United berusaha mempertahankan posisi papan tengah dan mengejar peluang masuk zona atas.
Pertarungan antar kedua tim ini menegaskan betapa kompetitifnya BRI Super League di bagian bawah klasemen, di mana setiap poin menjadi krusial dalam perjuangan bertahan hidup di level tertinggi sepak bola Indonesia.
