Keuangan.id – 01 April 2026 | Bank Mega Syariah berhasil mempertahankan pertumbuhan pembiayaan konsumen meski industri keuangan secara umum mengalami penurunan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Data internal bank menunjukkan peningkatan portofolio pembiayaan sebesar 4,2% pada kuartal pertama 2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan umum di industri biasanya dipicu oleh berkurangnya daya beli konsumen selama bulan puasa, serta menurunnya permintaan kredit untuk barang konsumsi. Namun, Bank Mega Syariah mengantisipasi kondisi tersebut dengan strategi khusus:
- Penawaran produk pembiayaan berbasis syariah dengan tenor fleksibel dan margin kompetitif.
- Peningkatan kanal digital untuk mempermudah proses aplikasi dan pencairan dana.
- Program edukasi keuangan yang menargetkan segmen menengah ke bawah.
Berikut ringkasan kinerja pembiayaan konsumen Bank Mega Syariah pada kuartal I 2024:
| Produk | Pembiayaan (Miliar Rp) | YoY |
|---|---|---|
| Kendaraan Bermotor | 150 | +5,1% |
| Perumahan | 210 | +3,8% |
| Konsumsi Lainnya | 85 | +2,4% |
Strategi digitalisasi terbukti meningkatkan konversi aplikasi menjadi pencairan sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, kerjasama dengan dealer otomotif dan pengembang properti syariah memperluas jaringan penyaluran dana.
Meski industri secara keseluruhan mencatat penurunan rata-rata 1,7% pada periode Ramadan, Bank Mega Syariah berhasil mencatat pertumbuhan positif berkat fokus pada produk yang sesuai dengan prinsip syariah dan pemanfaatan teknologi. Hal ini memperkuat posisi bank sebagai salah satu pemain utama dalam pembiayaan konsumen syariah di Indonesia.
