Berita  

Tragedi SPBE Cimuning Bekasi: Korban Tewas Naik Jadi Empat, Luka Bakar Hingga 92%

Tragedi SPBE Cimuning Bekasi: Korban Tewas Naik Jadi Empat, Luka Bakar Hingga 92%
Tragedi SPBE Cimuning Bekasi: Korban Tewas Naik Jadi Empat, Luka Bakar Hingga 92%

Keuangan.id – 10 April 2026 | Bekasi, 9 April 2026 – Insiden ledakan dan kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning kembali mengguncang publik setelah jumlah korban meninggal meningkat menjadi empat orang. Dua petugas keamanan SPBE, Jaimun (62) dan Suyadi (62), telah meninggal pada 5‑6 April, sementara dua remaja bersaudara, Sapta Prihantono (16) dan kakaknya Aulia Putri Budiastuti (18), menyerahkan nyawa masing‑masing pada 7 dan 9 April setelah dirawat intensif di rumah sakit.

Latar Belakang Ledakan

Ledakan terjadi pada malam Rabu, 1 April 2026, di fasilitas SPBE yang berlokasi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya. Menurut keterangan Pelaksana Tugas Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, kebocoran gas yang dipicu oleh korsleting listrik menjadi pemicu utama. Gas elpiji yang bocor kemudian menyulut api, menimbulkan ledakan besar yang merusak hampir seluruh struktur SPBE.

Rincian Korban

Sampai kini, total korban luka bakar mencapai 22 orang, dengan tingkat keparahan luka bakar pada beberapa korban melebihi 90 persen. Dua petugas keamanan mengalami luka bakar 92‑97 persen sebelum dinyatakan meninggal. Sementara itu, kedua remaja bersaudara mengalami luka bakar sekitar 63 persen pada hampir seluruh tubuh mereka.

  • Jaimun (62) – Petugas keamanan, meninggal pada 6 April 2026 setelah perawatan di rumah sakit.
  • Suyadi (62) – Petugas keamanan, meninggal pada 5 April 2026.
  • Sapta Prihantono (16) – Siswa kelas X SMKN 15 Bekasi, meninggal pada 7 April 2026 di RSUP RSCM setelah perawatan intensif.
  • Aulia Putri Budiastuti (18) – Kakak Sapta, meninggal pada 9 April 2026 di RSUD Kabupaten Bekasi.

Selain keempat korban meninggal, tiga anggota keluarga lain yang berada di lokasi kebakaran – ayah mereka serta dua anak laki‑lakinya, Fajar dan Dimas – masih menjalani perawatan di RSUD Cibitung dan Rumah Sakit Citra Arrafiq dengan luka bakar di kisaran 63 persen.

Tindakan Pemerintah dan Penanggung Jawab

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyatakan kesedihan mendalam atas kehilangan nyawa serta menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan operasional SPBE. Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, mengonfirmasi identitas korban dan menyampaikan bahwa ibu korban tidak terlibat karena sedang berada di rumah sakit untuk kontrol kesehatan.

Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, melalui Area Manager Susanto August Satria, menyampaikan permohonan maaf resmi dan memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung. Pertamina juga menegaskan bahwa pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman dan tidak akan terpengaruh oleh insiden ini.

Upaya Penanggulangan dan Investigasi

Tim Pemadam Kebakaran Kota Bekasi berhasil memadamkan sisa api pada dini hari 2 April 2026. Selanjutnya, aparat berwenang bersama tim investigasi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyebab kebocoran gas, prosedur keamanan, dan potensi kegagalan sistem listrik. Hasil sementara menunjukkan bahwa arus pendek di area SPBE berkontribusi pada ledakan gas.

PT Indogas Andalan Kita, operator SPBE, serta Pertamina sebagai pemasok gas, dipanggil untuk memberikan klarifikasi dan bekerja sama dalam proses audit keselamatan. Pemerintah Kota Bekasi berencana mengeluarkan rekomendasi perbaikan infrastruktur dan meningkatkan koordinasi antar‑instansi guna mencegah terulangnya tragedi serupa.

Kasus ini menambah catatan kelam kecelakaan industri di wilayah Jabodetabek, mengingat tingginya konsentrasi fasilitas penyimpanan dan distribusi LPG. Masyarakat sekitar kini menuntut transparansi penuh dan jaminan keamanan yang lebih ketat.

Dengan empat nyawa yang telah melayang dan puluhan korban luka bakar, tragedi SPBE Cimuning menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap instalasi gas, serta perlunya kesiapsiagaan darurat yang memadai.

Exit mobile version