Keuangan.id – 12 Maret 2026 | Pagi hari pada tanggal 10 Maret 2026, kompleks perumahan PIM 2 di Bekasi menjadi saksi sebuah insiden yang mengguncang warga sekitar. Seorang pria berusia sekitar 45 tahun, yang diketahui bernama Andi Saputra, tiba‑tiba terjatuh dari lantai 3 sebuah rumah susun setelah kehilangan keseimbangan di balkon yang tidak memiliki pengaman. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung memicu kepanikan serta aksi cepat para saksi dan tenaga medis setempat.
Latar Belakang dan Kronologi Kejadian
Andi, penduduk asli Bekasi yang bekerja sebagai supir angkutan umum, tengah melakukan perbaikan ringan pada jendela balkon rumahnya ketika ia kehilangan pijakan. Saksi mata, Rina Wati, yang tinggal di lantai dua, mengaku melihat Andi berusaha meraih sebuah kotak peralatan ketika tiba‑tiba tergelincir dan jatuh ke tanah di lantai tiga.
“Saya langsung mendengar suara keras, lalu melihatnya terjatuh. Saya panik, tapi sebelum saya sempat berteriak, tetangga dari sebelah kiri, Dokter dr. Hendra Prasetyo, langsung melompat ke arah korban,” ungkap Rina.
Respon Medis di Tempat
Dr. Hendra, seorang dokter umum yang kebetulan sedang berkunjung ke kompleks untuk memeriksa tetangga yang sedang sakit, dengan sigap memberikan pertolongan pertama. Ia menilai bahwa Andi mengalami patah tulang panggul serta cedera kepala ringan, namun masih sadar dan dapat bernafas dengan normal.
Setelah menstabilkan kondisi korban, dr. Hendra segera menghubungi layanan ambulans 118. Ia menempatkan Andi dalam posisi supine, menahan pendarahan, dan memberi oksigen melalui tabung portable. Selama menunggu ambulans, dr. Hendra juga memberikan analgesik ringan untuk meredakan rasa sakit.
Penanganan Ambulans dan Evakuasi
Tim medis ambulans tiba dalam waktu 7 menit. Dengan koordinasi yang baik, mereka memindahkan Andi ke brankar khusus trauma menggunakan teknik log roll untuk menghindari pergerakan tulang panggul yang dapat memperparah cedera. Selama perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, tim medis terus memantau tekanan darah, saturasi oksigen, dan memberikan cairan intravena.
Sesampainya di RSUD Bekasi, Andi langsung dibawa ke ruang gawat darurat (IGD) dan menjalani pemeriksaan radiologi. Hasil CT‑scan menunjukkan fraktur pada tulang panggul kiri dan hematoma subdural kecil pada otak. Tim ortopedi dan neurovaskuler segera melakukan operasi penstabilan internal pada malam harinya.
Penyelidikan dan Tindakan Keamanan
Pihak pengelola PIM 2, bersama Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) dan Polda Metro Jaya, melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai kondisi balkon yang menjadi penyebab jatuhnya Andi. Pemeriksaan teknis mengungkap bahwa balkon tersebut tidak dilengkapi dengan railing pengaman yang sesuai standar SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk gedung bertingkat.
- Railing pengaman tidak terpasang pada sebagian besar unit lantai tiga.
- Material beton mengalami retak akibat usia bangunan yang sudah lebih dari 15 tahun.
- Pengawasan pemeliharaan rutin belum dilakukan secara periodik.
Pimpinan pengelola PIM 2, Budi Santoso, menyatakan komitmen untuk segera memperbaiki semua railing dan melakukan renovasi struktural guna mencegah kejadian serupa. Ia menambahkan, “Kami akan bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Permukiman untuk mempercepat proses perbaikan dan memastikan keselamatan penghuni menjadi prioritas utama.”
Reaksi Masyarakat dan Dukungan Sosial
Warga PIM 2 memberikan dukungan moral kepada Andi dan keluarganya. Kegiatan penggalangan dana melalui platform digital telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp150 juta untuk membantu biaya pengobatan dan rehabilitasi Andi. Selain itu, sejumlah organisasi relawan medis menawarkan sesi fisioterapi gratis selama masa pemulihan.
Media sosial pun ramai dengan ungkapan empati. Tagar #DoaUntukAndi menyebar luas, menandakan kepedulian publik terhadap keselamatan penghuni gedung bertingkat di wilayah Jabodetabek.
Kasus ini menegaskan pentingnya standar keamanan bangunan serta kesiapsiagaan medis di lingkungan permukiman. Keberanian dr. Hendra dan tim ambulans menjadi contoh profesionalisme dalam penanganan darurat, sementara respons cepat pengelola dan pemerintah daerah menunjukkan sinergi yang diperlukan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Semoga Andi dapat segera pulih dan menjadi inspirasi bagi peningkatan standar keselamatan serta peningkatan kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama dalam situasi kritis.
