Berita  

Tragedi Kebakaran SPBE Bekasi: 19 Rumah Hancur, 2 Petugas Meninggal, Ratusan Korban Terkena Dampak

Tragedi Kebakaran SPBE Bekasi: 19 Rumah Hancur, 2 Petugas Meninggal, Ratusan Korban Terkena Dampak
Tragedi Kebakaran SPBE Bekasi: 19 Rumah Hancur, 2 Petugas Meninggal, Ratusan Korban Terkena Dampak

Keuangan.id – 07 April 2026 | Bekasi – Pada malam Rabu (1/4/2026), Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, meledak hebat dan mengakibatkan kebakaran meluas. Ledakan tersebut tidak hanya merusak fasilitas SPBE, tetapi juga menghancurkan 19 rumah penduduk di sekitarnya, melukai 17 warga, serta merusak 13 kendaraan bermotor. Dua petugas keamanan SPBE yang berada di lokasi, Suyadi (62) dan Jaimun (61), dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka bakar parah.

Kronologi Kejadian

Pukul 22.30 WIB, warga sekitar melaporkan tercium bau gas kuat di area SPBE. Menurut keterangan Pelaksana Tugas Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, gas tersebut kemungkinan bocor dan dipicu oleh korsleting listrik, menyebabkan ledakan besar yang meluluhkan atap SPBE serta memicu kebakaran yang cepat menyebar ke rumah-rumah berdekatan. Api terus berkobar selama lebih dari tiga jam sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran.

Kerugian Material

  • 19 rumah warga hancur total atau rusak parah, mengakibatkan ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal.
  • 13 kendaraan bermotor, termasuk mobil dan motor, terbakar habis.
  • Fasilitas SPBE mengalami kerusakan hampir total, diperkirakan memerlukan waktu berminggu‑minggu untuk dibangun kembali.

Kondisi Korban

Selain dua petugas keamanan yang meninggal, 17 warga mengalami luka bakar ringan hingga sedang. Sebagian besar luka terjadi pada bagian tangan, lengan, dan kaki. Semua korban dirawat di rumah sakit daerah, termasuk RSUD Kota Bekasi dan RSIA Bunda Siti. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menyatakan bahwa tingkat keparahan luka bervariasi, mulai dari 10 % hingga 45 % luasnya tubuh terbakar. Semua korban masih berada dalam perawatan intensif atau observasi, dan beberapa di antaranya diperkirakan memerlukan perawatan jangka panjang.

Respons Pemerintah dan Tim Penanggulangan

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menjelaskan langkah-langkah penanggulangan. Pemerintah daerah segera mengaktifkan tim gawat darurat, mobil ambulans, serta menyiapkan tenda darurat untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Bantuan bantuan sosial berupa paket sembako, pakaian, dan bantuan uang tunai juga disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bekasi.

Tim penyelamat juga melakukan evakuasi terhadap penduduk yang berada di zona bahaya. Seluruh rumah yang terdampak kebakaran dijadikan zona aman, dan akses jalan utama di sekitar Jalan Cinyosog ditutup sementara untuk memfasilitasi operasi pemadaman.

Penyebab Dugaan

Penyelidikan awal mengindikasikan dua faktor utama: kebocoran gas elpiji yang tidak terdeteksi dan korsleting listrik pada instalasi listrik SPBE. Warga sekitar melaporkan terdengar suara “klik” sebelum bau gas menyebar, menandakan kemungkinan adanya percikan listrik yang menyalakan gas. Penyidik dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Pengawas Tenaga Listrik (BPTL) kini tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan pipa dan instalasi listrik, serta mengumpulkan rekaman CCTV dari area sekitar.

Selain itu, pihak berwenang juga meneliti prosedur keamanan operasional SPBE, termasuk pemeliharaan rutin dan pelatihan karyawan dalam menghadapi situasi darurat. Menurut Heryanto, “Kami belum menemukan kelalaian manusia yang jelas, namun kebocoran gas dan arus pendek menjadi faktor utama yang perlu kami selidiki lebih lanjut.”

Dengan latar belakang kejadian serupa di wilayah lain, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memperketat regulasi keamanan instalasi bahan bakar cair, serta meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam penanggulangan bencana industri.

Tragedi kebakaran SPBE Bekasi ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan yang ketat pada fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar. Upaya pemulihan dan rehabilitasi bagi korban serta perbaikan infrastruktur masih menjadi prioritas utama pemerintah Kota Bekasi dalam beberapa minggu ke depan.

Exit mobile version