Keuangan.id – 11 Maret 2026 | Selasa pagi, 10 Maret 2026, sebuah kebakaran melanda rumah sederhana milik pasangan lansia di Dusun I, Desa Rugemuk, Kecamatan Pantailabu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pada pukul 09.15 WIB, asap hitam mulai mengepul dari atap rumah yang dibangun dari kayu, menandai awal tragedi yang mengakibatkan dua nyawa melayang.
Latar Belakang dan Korban
Pasangan korban adalah Arifin Siregar (79) dan istrinya Rohani Lubis (74). Kedua orang tua ini dikenal sebagai kakek-nenek yang tinggal bersama anak‑anak mereka, namun pada hari kejadian mereka sendirian karena anak‑anaknya sedang bekerja di luar kota. Rohani sedang terbaring lemah karena sakit, sementara Arifin setia merawatnya di dalam rumah.
Detik‑Detik Kebakaran
Menurut saksi mata yang melintas di sekitar, api tiba‑tiba mengamuk setelah terdengar bunyi “kriuk‑kriuk” yang diduga berasal dari peralatan listrik. “Saya melihat asap hitam pekat keluar dari jendela kamar tidur, kemudian api menyebar dengan cepat. Saya tidak berani masuk karena api sudah terlalu besar,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kebakaran meluluhlantakkan seluruh bangunan, termasuk perabotan, peralatan rumah tangga, dan bahkan kayu yang menjadi struktur utama rumah. Unit pemadam kebakaran Damkar Batangkuis tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 10 menit, namun api telah menghanguskan sebagian besar ruangan sebelum dapat dipadamkan sepenuhnya.
Penemuan Penderita
Setelah api berhasil dipadamkan, tim pemadam bersama petugas kepolisian menemukan jasad Arifin dan Rohani tergeletak berpelukan di antara puing‑puing yang menjadi arang. Kedua tubuh tampak terbakar parah, menandakan mereka terperangkap dalam kepungan api selama beberapa menit tanpa kesempatan untuk melarikan diri.
Kapolsek Pantailabu, Iptu Sujarwo, menjelaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di kamar tidur. “Kami telah mengamankan barang bukti berupa sisa kipas angin, kabel listrik, dan kayu yang terbakar untuk dianalisis lebih lanjut,” kata Sujarwo.
Reaksi Masyarakat dan Upaya Penanggulangan
- Warga sekitar mengungkapkan rasa keprihatinan mendalam atas nasib pasangan lansia yang “saling mencintai sampai titik akhir”.
- Beberapa tetangga mengingatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara rutin, khususnya bagi rumah yang dihuni oleh orang tua.
- Tim medis setempat langsung menyiapkan prosedur identifikasi jenazah dan koordinasi dengan keluarga korban.
Latar Belakang Keamanan Kebakaran di Rumah Lansia
Data kepolisian Deli Serdang menunjukkan peningkatan kasus kebakaran rumah tinggal pada tahun 2025–2026, terutama di daerah pedesaan dengan bangunan berbahan kayu. Faktor utama yang sering muncul adalah instalasi listrik yang usang, penggunaan peralatan listrik berdaya tinggi tanpa pengaman, serta kurangnya alat pemadam kebakaran pribadi.
Menurut ahli keselamatan kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Sumatera Utara, “Setiap rumah harus dilengkapi dengan detektor asap dan pemutus arus otomatis. Pendidikan tentang pencegahan kebakaran harus disosialisasikan secara intensif, terutama kepada keluarga yang merawat lansia.”
Investigasi Lanjutan
Pihak kepolisian akan melanjutkan penyelidikan forensik pada sisa‑sisa peralatan listrik, serta memeriksa catatan pemeliharaan listrik rumah tersebut. Jika terbukti adanya kelalaian, pihak terkait dapat dikenakan sanksi administratif maupun pidana.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama di rumah yang dihuni oleh orang tua atau lansia yang memiliki mobilitas terbatas. Semoga penyelidikan dapat mengungkap penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
