Keuangan.id – 14 April 2026 | Sidang warga Sidakarya, sebuah kampung semi permanen di Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dikejutkan oleh tragedi mengerikan pada malam Minggu (12/4/2026). Seorang perempuan berusia 77 tahun, yang dikenal dengan nama Ibu Siti, meninggal dunia setelah terperangkap dalam kobaran api yang melalap dapur rumahnya yang mengalami runtuh.
Latar Belakang dan Kronologi Kejadian
Insiden terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika lampu listrik padam akibat gangguan jaringan PLN. Ibu Siti, yang tinggal sendirian, menyalakan sebuah lilin penerang untuk melanjutkan pekerjaan dapur. Tanpa disadari, api lilin tersebut menyentuh tumpukan sampah kering di sudut dapur, memicu kebakaran yang cepat meluas.
Karena struktur rumah yang dibangun dengan bahan setengah permanen, api dengan cepat menghanguskan dinding kayu dan atap seng, menyebabkan bagian dapur runtuh. Ibu Siti terperangkap di antara reruntuhan dan tidak dapat keluar meski berusaha memanggil bantuan.
Upaya Penanggulangan dan Respons Pemerintah
Warga sekitar yang menyaksikan kebakaran berusaha memadamkan api secara manual dengan ember berisi air, namun usaha tersebut tidak berhasil menghentikan penyebaran api yang semakin meluas. Pada saat itu, pemadam kebakaran setempat baru tiba beberapa menit kemudian, namun kondisi rumah sudah terlalu parah.
Camat Sano Nggoang, Alfons Arfon, yang menerima laporan kebakaran, langsung menuju lokasi bersama tim pemadam kebakaran. “Saat tiba di lokasi, kami menemukan rumah berukuran sekitar 6×7 meter dalam keadaan hancur total. Korban terjebak di reruntuhan dapur, dan upaya penyelamatan telah dilakukan namun sayangnya nyawanya tidak dapat diselamatkan,” ujar Alfons.
Selain mengevakuasi korban, petugas menemukan uang tunai senilai Rp10 juta serta seluruh perabotan rumah yang terbakar habis. Alfons melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat dan meminta bantuan segera untuk penanganan keluarga korban.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kematian Ibu Siti menimbulkan duka mendalam di lingkungan Sidakarya. Banyak warga yang mengenalnya sebagai sosok yang ramah dan selalu membantu tetangga. Kehilangan harta benda senilai puluhan juta rupiah menambah beban ekonomi keluarga yang masih harus mengurus pemakaman dan proses administratif.
Tim Dinas Sosial berencana mengirimkan bantuan darurat kepada keluarga korban. “Kami akan mengkoordinasikan bantuan material dan psikologis untuk keluarga Ibu Siti serta menyiapkan proses penyaluran bantuan sosial,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat, Budi Santoso.
Analisis Penyebab dan Upaya Pencegahan
Menurut penyelidikan awal, penyebab utama kebakaran adalah penggunaan lilin sebagai sumber cahaya di rumah yang tidak memiliki listrik pada malam hari. Kombinasi antara bahan bangunan yang mudah terbakar dan tata letak dapur yang sempit memperparah situasi.
Pihak berwenang menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya penggunaan lilin serta pentingnya instalasi listrik yang aman. Pemerintah daerah berencana melakukan sosialisasi tentang keselamatan kebakaran, khususnya di wilayah dengan banyak rumah semi permanen.
Selain itu, penambahan pos pemadam kebakaran di daerah yang rawan kebakaran diharapkan dapat mempercepat respons pada kejadian serupa di masa mendatang.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bahaya kebakaran, terutama bagi lansia yang tinggal sendirian. Upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.
Semoga keluarga Ibu Siti diberikan kekuatan dan dukungan dalam menghadapi cobaan ini, serta menjadi pelajaran bagi seluruh komunitas Sidakarya untuk meningkatkan kewaspadaan dan persiapan dalam menghadapi potensi bahaya kebakaran.
