Keuangan.id – 22 April 2026 | Gorontalo kembali dikejutkan oleh dua kasus tragis yang terjadi di wilayah yang sama, yaitu Sungai Bulango. Dua anak kecil dilaporkan hanyut setelah hujan deras menyebabkan aliran sungai meluap. Kejadian ini menimbulkan kecurigaan di kalangan keluarga korban dan memicu operasi pencarian intensif oleh pihak berwenang serta relawan setempat.
Rangkaian Peristiwa di Sungai Bulango
Pada Senin (20/04/2026), hujan lebat mengguyur Kabupaten Bone Bolango, khususnya Desa Libungo, Kecamatan Suwawa Selatan. Banjir bandang melanda daerah tersebut, menyebabkan aliran Sungai Bulango meluap hingga menenggelamkan sebagian permukiman pinggir sungai. Dua bocah, masing-masing berusia 5 dan 6 tahun, bermain di tepi sungai ketika arus tiba‑tiba menguat dan menyeret mereka ke dalam air.
Saksi mata menyatakan bahwa anak‑anak tersebut sempat mencoba berlari menjauh, namun ombak kecil yang terbentuk di tepi sungai membuat mereka terjebak. Dua teman mereka berusaha menolong, namun gagal karena kekuatan arus yang terlalu kuat. Setelah itu, mereka melaporkan kejadian kepada warga sekitar yang kemudian menghubungi call center Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo.
Respons Tim Pencarian
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Gorontalo, pemadam kebakaran, Basarnas, serta relawan lokal langsung dikerahkan. Operasi pencarian difokuskan pada tiga kilometer pertama hilir Sungai Bulango, dimulai dari Jembatan Gantung Wanasari hingga Jembatan Bojong Depok Baru. Metode yang dipakai meliputi penyisiran menggunakan perahu karet, perahu motor, serta pencarian darat dengan menggunakan peralatan penyelamatan seperti pelampung dan jaring.
Seperti yang dilaporkan oleh kepala seksi logistik BPBD, Jalaluddin, tim bekerja sepanjang hari dengan kondisi cuaca masih tidak bersahabat. “Kami terus memantau arus dan mencoba mengevakuasi korban yang mungkin terjebak di daerah yang lebih dangkal,” kata Jalaluddin.
Kecurigaan Keluarga Terhadap Penyebab
Selain kepanikan, keluarga korban mengungkapkan kecurigaan bahwa anak‑anak tersebut mungkin tidak sekadar bermain di tepi sungai. Mereka menyebutkan bahwa sebelumnya ada laporan tentang aktivitas penambangan pasir di bagian sungai yang dapat mengubah kedalaman dan kecepatan aliran. Meskipun belum ada bukti konklusif, keluarga menuntut pihak berwenang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kecurigaan ini muncul bersamaan dengan fakta bahwa wilayah sungai tersebut pernah menjadi lokasi proyek pembangunan jalan yang mengubah pola aliran alami. Beberapa warga setempat menambahkan bahwa perubahan vegetasi di sepanjang bantaran sungai selama bertahun‑tahun terakhir dapat meningkatkan risiko banjir tiba‑tiba.
Perbandingan dengan Kasus Serupa di Bogor
Kasus ini mengingatkan pada insiden serupa yang terjadi di Bogor pada bulan April 2026, ketika seorang bocah berusia 6 tahun hanyut di Sungai Ciliwung. Dalam kasus itu, pencarian juga melibatkan BPBD, Basarnas, dan relawan, serta memakan waktu berhari‑hari sebelum korban ditemukan. Pengalaman dari Bogor menjadi acuan dalam penanganan operasional di Gorontalo, termasuk penggunaan perahu karet dan koordinasi lintas lembaga.
Langkah-Langkah Penanganan dan Upaya Pencegahan
- Tim SAR meningkatkan patroli pada sore dan malam hari untuk mengantisipasi perubahan arus.
- BPBD mengeluarkan peringatan dini kepada warga sekitar tentang potensi aliran deras.
- Komunitas relawan dilatih menggunakan peralatan penyelamatan dasar.
- Pemerintah daerah berjanji akan melakukan audit terhadap aktivitas tambang pasir dan proyek infrastruktur di sekitar Sungai Bulango.
Kesimpulan
Hingga malam hari tanggal 20 April, dua anak belum berhasil ditemukan. Pencarian dijadwalkan berlanjut pada pagi hari berikutnya dengan penambahan sumber daya. Kasus ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan komunitas, transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam, serta perlunya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat.
Jika arus sungai kembali menguat, warga diimbau untuk menghindari area bantaran sungai dan melaporkan aktivitas mencurigakan yang dapat memperparah kondisi aliran air.
