Keuangan.id – 01 April 2026 | Jamkrida Sumbar melaporkan bahwa nilai total penjaminan kreditnya telah mencapai Rp729,85 miliar hingga akhir Februari 2026. Angka ini menandakan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Namun, peningkatan penjaminan tersebut diiringi dengan tren naiknya kredit bermasalah di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Klaim kredit macet semakin menekan likuiditas lembaga, memaksa manajemen merumuskan strategi baru untuk melindungi profitabilitas.
- Meningkatkan seleksi calon debitur dengan analisis keuangan yang lebih ketat.
- Mengoptimalkan penagihan melalui tim khusus penagihan kredit bermasalah.
- Memperluas diversifikasi portofolio dengan menambah segmen industri yang lebih stabil.
- Menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan lain untuk berbagi risiko.
- Memanfaatkan teknologi digital untuk memantau performa kredit secara real‑time.
Berikut ini ringkasan pencapaian dan tantangan Jamkrida Sumbar hingga Februari 2026:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Total Penjaminan Kredit | Rp729,85 Miliar |
| Persentase Kredit UMKM Bermasalah | Naik (data spesifik tidak dirilis) |
| Strategi Penjagaan Laba | Seleksi ketat, penagihan aktif, diversifikasi, kolaborasi, digitalisasi |
Dengan mengimplementasikan langkah‑langkah tersebut, Jamkrida Sumbar berharap dapat menurunkan tingkat kredit macet sekaligus mempertahankan margin keuntungan di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.
Pengawasan regulator dan dukungan kebijakan pemerintah diharapkan menjadi faktor kunci yang membantu lembaga keuangan daerah dalam mengelola risiko kredit, terutama pada segmen UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
