Keuangan.id – 15 April 2026 | Tokio Marine Indonesia bersama United E-Motor resmi meluncurkan program asuransi khusus untuk pengemudi ojek online (ojol) di seluruh Indonesia. Kolaborasi ini ditujukan untuk menutup celah perlindungan yang selama ini hanya berfokus pada kendaraan, dengan menambahkan jaminan bagi pengemudi dan barang bawaan yang diangkut selama menjalankan tugas.
Tokio Marine Indonesia, anak perusahaan grup asuransi global Tokio Marine Holdings, memiliki pengalaman lebih dari satu abad dalam menyediakan solusi asuransi korporasi dan individu. Dengan jaringan luas dan keahlian dalam manajemen risiko, perusahaan ini menjadi mitra yang tepat untuk mengembangkan produk asuransi yang responsif terhadap kebutuhan gig economy.
United E-Motor, platform digital yang menghubungkan pemilik e‑motor dengan layanan transportasi online, berperan sebagai penghubung antara pengemudi dan penyedia asuransi. Melalui data operasional yang terintegrasi, United E-Motor dapat menilai profil risiko masing‑masing driver secara real‑time.
Program perlindungan mencakup beberapa komponen utama:
- Kerusakan kendaraan: ganti rugi atas kerusakan fisik e‑motor akibat kecelakaan, bencana alam, atau vandalisme.
- Keselamatan pengemudi: santunan tunai bila pengemudi mengalami luka berat, cacat tetap, atau meninggal dunia saat bekerja.
- Liabilitas pihak ketiga: menanggung klaim kerusakan atau cedera yang ditimbulkan kepada penumpang, pejalan kaki, atau properti orang lain.
- Barang bawaan: perlindungan terhadap kerugian atau kerusakan barang yang diangkut oleh pengemudi, termasuk makanan, dokumen, atau paket.
- Biaya bantuan darurat: layanan derek, bantuan jalan, dan penggantian kendaraan sementara selama perbaikan.
Pengajuan asuransi dapat dilakukan langsung melalui aplikasi United E‑Motor. Driver cukup mengunggah dokumen identitas, STNK elektronik, dan data riwayat perjalanan. Setelah proses verifikasi singkat, premi bulanan akan otomatis dipotong dari saldo dompet digital driver, sehingga tidak mengganggu arus pendapatan harian.
Dengan skema pembayaran yang fleksibel dan tarif yang disesuaikan berdasarkan tingkat risiko masing‑masing driver, program ini diharapkan meningkatkan rasa aman dan kepuasan kerja di kalangan pengemudi ojol. Selain itu, perlindungan yang komprehensif dapat menurunkan frekuensi klaim besar yang biasanya menimpa operator platform, sehingga menciptakan ekosistem transportasi yang lebih berkelanjutan.
Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi contoh kolaborasi lintas industri antara asuransi tradisional dan teknologi digital, membuka peluang serupa bagi sektor lain dalam ekonomi gig.
