Swiss Open 2026: Ganda Campuran Indonesia Gagal ke Final, Juara All England Jadi Korban, Semifinal Menegangkan!

Swiss Open 2026: Ganda Campuran Indonesia Gagal ke Final, Juara All England Jadi Korban, Semifinal Menegangkan!
Swiss Open 2026: Ganda Campuran Indonesia Gagal ke Final, Juara All England Jadi Korban, Semifinal Menegangkan!

Keuangan.id – 16 Maret 2026 | Swiss Open 2026 yang digelar di St. Jakobshalle, Basel pada 14-15 Maret 2026 kembali menjadi panggung dramatis bagi bulutangkis Indonesia. Tiga ganda campuran yang berangkat dengan harapan tinggi, termasuk pasangan juara All England Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, harus mengakhiri perjuangan mereka di semifinal setelah terhenti oleh pasangan China, Cheng Xing/Zhang Chi. Sementara itu, dua wakil lainnya, Alwi Farhan di tunggal putra dan Putri Kusuma Wardani di tunggal putri, berhasil menembus final, menambah catatan positif bagi tim nasional.

Ganda Campuran: Amri/Nita Terhenti di Semifinal

Pada laga semifinal yang berlangsung pada Minggu dini hari, Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah memulai pertandingan dengan menguasai game pertama berkat skor 21-14. Namun, pasangan China Cheng Xing dan Zhang Chi berhasil melakukan penyesuaian taktik, memaksa duo Indonesia ke dalam pola permainan yang tidak mereka kuasai. Kedua game berikutnya berakhir dengan skor 15-21 dan 13-21, menandai berakhirnya harapan Indonesia untuk menjuarai kategori ganda campuran.

Setelah pertandingan, Amri menuturkan, “Kami kehilangan banyak poin setelah unggul di awal. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk memperbaiki konsistensi dan kesiapan mental.” Nita menambahkan, “Mereka mengubah ritme permainan dan memaksa kami masuk ke pola mereka. Kami harus belajar mengantisipasi perubahan taktik di level dunia.”

Rekan-Rekan Juara All England Juga Menjadi Korban

Keberhasilan Amri/Nita di All England sebelumnya menambah beban ekspektasi. Namun, tekanan itu ternyata berbalik menjadi beban pada Swiss Open. Kekalahan mereka menandai satu dari dua kekalahan Indonesia di semifinal, di samping Anthony Sinisuka Ginting yang juga tersingkir setelah kalah dua game langsung dari Yushi Tanaka.

Alwi Farhan: Penampilan Fenomenal Menuju Final

Di sisi lain, tunggal putra Indonesia menunjukkan kekuatan. Alwi Farhan mengukir kemenangan mengejutkan atas unggulan pertama turnamen, Li Shi Feng, dengan skor 21-10, 21-19. Pada game kedua, Alwi sempat tertinggal 6-16, namun berhasil melakukan comeback dramatis, mencetak 12 poin berturut-turut dan menutup set dengan 21-19. Penampilan ini memastikan Alwi melaju ke final, di mana ia akan berhadapan kembali dengan Yushi Tanaka pada Minggu malam.

Putri Kusuma Wardani: Perjalanan dari Final ke Runner‑Up

Putri Kusuma Wardani, yang sebelumnya menyingkirkan Nozomi Okuhara (nomor satu dunia) pada semifinal, berhasil menembus final tunggal putri. Namun, di final ia harus mengakui keunggulan Supanida Katethong dari Thailand. Supanida menguasai kedua game dengan skor 21-11 dan 21-15, meski Putri Wardani sempat memimpin 3-1 pada game pertama. Tekanan mental dan strategi defensif Supanida membuat Wardani tak mampu mengendalikan tempo, berujung pada runner‑up untuk sang wakil Indonesia.

Ringkasan Hasil dan Statistik

  • Ganda Campuran: Amri/Nita vs Cheng/Zhang – 21‑14, 15‑21, 13‑21 (kalah)
  • Tunggal Putra: Alwi Farhan vs Li Shi Feng – 21‑10, 21‑19 (menang)
  • Tunggal Putra: Alwi Farhan vs Yushi Tanaka – final akan datang
  • Tunggal Putri: Putri Kusuma Wardani vs Supanida Katethong – 11‑21, 15‑21 (kalah)
  • Tunggal Putri: Putri Kusuma Wardani vs Nozomi Okuhara – 21‑16, 21‑13 (menang)
  • Anthony Ginting vs Yushi Tanaka – 17‑21, 12‑21 (kalah)

Secara keseluruhan, Indonesia masih menampilkan empat wakil di final Swiss Open, menunjukkan kedalaman skuad yang mampu bersaing di level tertinggi. Meskipun ganda campuran dan satu wakil tunggal putri harus menerima hasil kurang memuaskan, pencapaian Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani menambah harapan bagi tim nasional dalam agenda turnamen selanjutnya.

Para pemain menyatakan tekad untuk belajar dari kekalahan, memperbaiki taktik, dan kembali ke papan atas BWF World Tour. Dengan pengalaman yang terus bertambah, terutama bagi pasangan yang baru saja kehilangan gelar All England, peluang Indonesia untuk kembali menguasai ganda campuran di kompetisi internasional tetap terbuka.

Semifinal Swiss Open 2026 menjadi titik balik penting bagi bulutangkis Indonesia: sekaligus mengingatkan akan tantangan kompetisi global, sekaligus mempertegas posisi beberapa pemain muda yang siap mengisi kekosongan prestasi di masa mendatang.

Exit mobile version