Berita  

Stasiun Semarang Tawang Ramai, 137 Ribu Penumpang Pilih Mudik Awal di Daop 4

Stasiun Semarang Tawang Ramai, 137 Ribu Penumpang Pilih Mudik Awal di Daop 4
Stasiun Semarang Tawang Ramai, 137 Ribu Penumpang Pilih Mudik Awal di Daop 4

Keuangan.id – 16 Maret 2026 | Seiring dimulainya masa mudik Lebaran Idul Fitri 2026, stasiun‑stasiun di wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Kereta Api Indonesia (KAI) Semarang menjadi titik kumpul utama para perantau. Selama enam hari pertama, yakni 11–16 Maret 2026, tercatat sebanyak 137.143 penumpang turun di berbagai stasiun, menegaskan tingginya permintaan transportasi kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah.

Statistik Harian Penumpang

Tanggal Penumpang Naik Penumpang Turun
11 Maret 11.884 14.111
14 Maret 26.321 28.568
15 Maret 24.555 28.564
16 Maret 18.512 26.659
Total 119.473 137.143

Data harian menunjukkan tren kenaikan signifikan, terutama pada 14 dan 15 Maret, ketika volume penumpang mencapai puncaknya. Stasiun‑stasiun yang tercatat paling sibuk meliputi Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Bank Jateng, Stasiun Poncol, serta stasiun‑stasiun di kota Tegal, Pekalongan, Pemalang, Ngrombo, dan Cepu. Kerapatan penumpang di Stasiun Semarang Tawang khususnya menandakan bahwa banyak warga memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan pada puncak arus balik.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan penyebab utama tingginya angka tersebut. “Hal ini karena wilayah Daop 4 Semarang merupakan daerah asal bagi banyak masyarakat yang merantau dan pulang ke kampung halaman saat Lebaran,” ujarnya kepada awak media pada Senin (16/3/2026). Ia menambahkan bahwa daerah ini menjadi rumah bagi tenaga kerja yang bekerja di kota‑kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sehingga permintaan mudik selalu tinggi setiap tahunnya.

Untuk menjaga kelancaran operasional, PT KAI Daop 4 Semarang meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk petugas keamanan, TNI/Polri, serta relawan komunitas pecinta kereta api. Langkah-langkah yang diambil mencakup penambahan jadwal kereta, peningkatan staf pelayanan di stasiun, serta penempatan petugas pengatur arus penumpang di titik‑titik rawan kemacetan. “Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk petugas keamanan dan tenaga pelayanan di stasiun, terus ditingkatkan agar arus balik nantinya juga dapat berlangsung dengan tertib,” tegas Luqman.

Upaya tersebut tampak berhasil, karena meskipun volume penumpang mencapai angka tertinggi, tidak ada laporan signifikan mengenai gangguan layanan atau insiden keamanan. KAI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang mempercayakan perjalanan mudik mereka pada layanan kereta api, serta kepada unsur‑unsur yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan.

Secara keseluruhan, fenomena mudik awal di Daop 4 Semarang mencerminkan pola mobilitas masyarakat Jawa Tengah yang masih kuat pada masa Lebaran. Dengan strategi operasional yang responsif, KAI diharapkan dapat terus menyediakan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi jutaan penumpang yang menanti pulang ke kampung halaman.

Exit mobile version