Keuangan.id – 14 Mei 2026 | Pertandingan sepakbola antara Basel dan Thun masih menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepakbola Swiss. Namun, perdebatan terbaru bukan tentang pertandingan terbaru mereka, melainkan tentang kejadian 20 tahun yang lalu yang masih menyisakan kontroversi.
Pada 13 Mei 2006, FC Zürich (FCZ) berhasil menjadi juara liga setelah mengalahkan FC Basel (FCB) dengan skor 2-1. Namun, gol kemenangan FCZ yang dicetak oleh Iulian Filipescu pada menit ke-93 masih menjadi perdebatan hingga saat ini.
Baru-baru ini, SRF-Regisseur Beni Giger mengungkapkan bahwa Einwurf (lemparan ke dalam) yang dilakukan oleh Alain Nef sebelum gol kemenangan FCZ mungkin dilakukan di tempat yang salah. Giger melakukan analisis terhadap footage yang tidak dipublikasikan sebelumnya dan menemukan bahwa Nef melakukan lemparan ke dalam di daerah yang lebih dalam daripada yang seharusnya.
Kejadian ini kemudian dikenal sebagai ‘Schande von Basel‘ (Aib Basel) karena diikuti oleh kerusuhan yang melibatkan penggemar FCB yang tidak puas dengan hasil pertandingan. Lebih dari 100 orang terluka dalam insiden tersebut.
Reaksi dari FCZ dan FCB
Sampai saat ini, FCZ dan FCB belum memberikan komentar resmi tentang pengungkapan terbaru ini. Namun, kejadian ini masih menjadi topik perdebatan hangat di kalangan penggemar sepakbola Swiss.
FC Thun, yang baru-baru ini menjadi juara liga, tidak terkait langsung dengan kejadian ini. Namun, mereka pasti menyadari bahwa persaingan di liga Swiss masih sangat ketat dan setiap kejadian dapat berdampak besar pada hasil pertandingan.
Bagi penggemar sepakbola, kejadian ini menjadi pengingat bahwa sepakbola tidak hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang emosi, persaingan, dan kontroversi. Pertandingan antara Basel dan Thun masih akan menjadi pertandingan yang sangat dinantikan, tidak hanya karena persaingan di lapangan, tetapi juga karena sejarah dan emosi yang terkait dengan kedua tim ini.
