Keuangan.id – 20 April 2026 | Jakarta – Kasus dugaan pungli di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan tiga pejabat sebagai tersangka. Penyidikan yang dimulai pada pertengahan April 2026 kini merambah ke dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta menimbulkan pertanyaan mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah.
Pengungkapan kasus pungli ESDM
Menurut pernyataan Aspidsus Kejati Jatim, Wagiyo Santoso, tiga orang pejabat Dinas ESDM Jawa Timur, termasuk Kepala Dinas Aris Mukiyono, Kepala Bidang Pertambangan Ony Setiawan, dan Ketua Tim Kerja Pengusahaan Air Tanah berinisial H, telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima pungutan liar senilai total Rp2,3 miliar. Uang tersebut diduga diperoleh melalui perizinan pertambangan dan air tanah yang tidak sesuai prosedur.
Wagiyo menegaskan bahwa penyelidikan tidak berhenti pada kasus korupsi saja. “Kita masih mendalami apakah hasil tindak pidana korupsi ini kemudian disamarkan melalui TPPU,” ujarnya pada Minggu, 19 April 2026. Penyelidikan lanjutan mencakup analisis aliran dana, rekening bank, dan aset-aset yang diduga merupakan hasil pencucian uang.
Reaksi Gubernur Khofifah dan penunjukan PLT Kadis ESDM
Menanggapi penangkapan Aris Mukiyono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa segera mengambil langkah strategis dengan menunjuk MHD Aftabuddin Rijaluzzaman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas ESDM pada 18 April 2026. Surat Penunjukan Nomor 800/2506/204.4/2026 menegaskan pentingnya menjaga stabilitas layanan publik, khususnya perizinan dan pengawasan di sektor energi.
Khofifah menambahkan bahwa semua proses hukum akan diserahkan sepenuhnya kepada Kejati Jatim. “Kami menghormati proses yang sedang berjalan dan menekankan integritas serta profesionalitas sebagai harga mati dalam menjalankan tugas,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dampak terhadap harga BBM dan persepsi publik
Seiring dengan terungkapnya skandal pungli ESDM, masyarakat dan pelaku usaha merasakan ketidakpastian dalam proses perizinan. Beberapa pengusaha melaporkan penundaan izin pertambangan yang berdampak pada suplai energi. Di sisi lain, harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax Turbo, terus naik sejak awal April 2026. Menteri ESDM Bahlil menggarisbawahi bahwa stok BBM dalam negeri masih aman, namun tidak menutup kemungkinan faktor eksternal seperti penutupan Selat Hormuz serta dinamika pasar global turut memengaruhi harga domestik.
Data dari wilayah Maluku Utara menunjukkan harga Pertamax Turbo mencapai Rp14.050 per liter, sementara Dexlite tercatat Rp24.150 per liter. Kenaikan tersebut menambah keresahan publik, terutama di daerah yang sangat bergantung pada transportasi berbahan bakar minyak.
Langkah selanjutnya dan rekomendasi
- Penuntutan atas tiga tersangka pungli ESDM diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun 2026.
- Kejati Jatim akan terus menyelidiki dugaan TPPU, termasuk pelacakan aset yang mungkin telah dialihkan ke rekening luar negeri.
- Gubernur Khofifah berjanji memperkuat pengawasan internal di lingkungan Dinas ESDM untuk mencegah praktik serupa.
- Masyarakat dan pelaku usaha diimbau melaporkan segala indikasi pemerasan atau korupsi kepada Kejati guna mempercepat penanganan.
Kasus ini menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam dan energi. Jika tidak ditangani secara tuntas, skandal pungli ESDM dapat merusak kepercayaan investor serta memperparah tekanan pada harga BBM, yang pada gilirannya berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat.
Dengan penunjukan PLT dan komitmen penguatan pengawasan, diharapkan Dinas ESDM Jawa Timur dapat kembali beroperasi secara bersih dan profesional, sekaligus menstabilkan harga energi di wilayah tersebut.
