Keuangan.id – 15 April 2026 | Musim 2025/2026 Liga Italia Serie A semakin memanas menjelang pekan ke-32. Inter Milan mengukir keunggulan sembilan poin atas rival terdekatnya, Napoli, dan tampak berada di jalur yang sangat kuat untuk meraih gelar juara. Sementara itu, persaingan di zona terbawah semakin ketat, dengan lima klub berjuang keras agar tidak terperosok ke Serie B pada musim berikutnya.
Persaingan Puncak: Inter Milan dan Napoli
Inter Milan saat ini memimpin klasemen dengan selisih 9 poin dari Napoli yang menempati posisi runner‑up. Nerazzurri berhasil mengumpulkan 71 poin, didukung oleh pertahanan solid dan serangan yang produktif. Napoli, di sisi lain, berusaha menutup jarak dengan menambah konsistensi di lini tengah. Kedua tim bersaing ketat untuk merebut gelar juara, sementara klub lain masih berada jauh di belakang.
Zona Degradasi: Lima Klub Terancam
Di bagian bawah tabel, lima klub berada dalam bahaya nyata terdegradasi. Posisi mereka pada pekan ke-32 adalah sebagai berikut:
- Fiorentina – menempati peringkat ke‑16 dengan 33 poin (8 kemenangan, 9 hasil imbang). Meski berada di zona aman sementara, selisih dua poin dengan Cremonese membuat mereka harus tetap waspada.
- Cremonese – baru promosi ke Serie A, namun belum mampu beradaptasi. Klub ini berada di peringkat ke‑17 dengan 27 poin (6 kemenangan, 9 hasil imbang) dan berbagi poin dengan Lecce.
- Lecce – menempati peringkat ke‑18 dengan 27 poin (7 kemenangan, 6 hasil imbang). Tim ini masih memiliki peluang untuk selamat jika dapat mengungguli Cremonese pada sisa pertandingan.
- Hellas Verona – sebelumnya dikenal sebagai tim papan tengah, kini turun drastis ke posisi ke‑19 dengan hanya 18 poin (3 kemenangan, 9 hasil imbang). Peluang mereka masih ada, namun harus memperbaiki performa secara signifikan.
- Pisa – klub yang sempat menjadi runner‑up Serie B 2024/2025 kini menempati dasar klasemen Serie A dengan 18 poin (2 kemenangan, 12 hasil imbang). Pisa menjadi tim paling rawan terdegradasi pada musim ini.
Persaingan antar klub zona bawah sangat ketat, dan setiap poin menjadi krusial menjelang akhir musim.
Kebangkitan Bek Kroasia di Serie A
Empat bek asal Kroasia telah menorehkan jejak penting di Liga Italia, menambah dimensi defensif bagi klub masing‑masing.
- Ivan Smolcic – bergabung dengan Como 1907 pada musim dingin 2025 dengan biaya transfer €1,6 juta. Pemain berusia 25 tahun ini menjadi bek kanan utama dan telah tampil dalam 34 laga, mencatatkan satu assist.
- Domagoj Bradaric – setelah dipinjam dari Salernitana, Hellas Verona memutuskan mem permanenkan Bradaric dengan biaya €750 ribu. Bek kiri berusia 26 tahun ini telah mengumpulkan 54 penampilan dan mencetak dua gol untuk Gialloblu.
- Branimir Mlacic – talenta berusia 19 tahun yang dipromosikan dari akademi Hajduk Split, kini menjadi proyek jangka panjang Udinese setelah klub membayar €4,5 juta. Ia telah tampil dalam tiga pertandingan Serie A hingga kini.
- Marin Pongracic – setelah berpindah dari Lecce ke Fiorentina pada musim panas 2024 dengan biaya €15 juta, bek berusia 28 tahun ini menjadi bagian penting lini belakang La Viola, meski harus melewatkan sejumlah pertandingan karena cedera.
Kehadiran pemain-pemain ini memberikan pilihan taktis bagi pelatih Serie A, serta menegaskan kualitas sepak bola Kroasia di kancah Eropa.
Spekulasi Kepulangan Thiago Motta dan Gerakan FIGC
Sebuah klub Serie A dikabarkan tengah menjajaki kepulangan mantan pemain Italia‑Brasil, Thiago Motta, sebagai pelatih. Meski belum ada konfirmasi resmi, rumor tersebut menambah bumbu pada dinamika kepelatihan di liga.
Pada sisi administratif, Serie A memperluas kerja sama dengan Deltatre, perusahaan teknologi yang menyediakan layanan data dan media. Kesepakatan baru ini diharapkan meningkatkan kualitas siaran dan interaksi digital bagi para penggemar. Selain itu, mayoritas klub mendukung Malago untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIGC, menandakan keinginan kuat akan stabilitas kepemimpinan dalam pengelolaan sepak bola Italia.
Kesimpulan
Musim 2025/2026 Serie A menampilkan kontras tajam antara dominasi Inter Milan di puncak klasemen dan perjuangan keras lima klub di zona degradasi. Di samping itu, bek asal Kroasia menunjukkan bahwa talenta Balkan terus menjadi aset berharga bagi tim Serie A. Sementara spekulasi kepelatihan dan keputusan administratif menambah dimensi baru pada kompetisi, para pendukung dapat menantikan sisa pertandingan yang penuh ketegangan.
