Berita  

Selat Hormuz: Titik Sempit yang Menentukan Stabilitas Energi Dunia

Selat Hormuz: Titik Sempit yang Menentukan Stabilitas Energi Dunia
Selat Hormuz: Titik Sempit yang Menentukan Stabilitas Energi Dunia

Keuangan.id – 10 Mei 2026 | Selat Hormuz, sebuah titik sempit yang terletak di antara Arab Saudi dan Iran, telah menjadi pusat perhatian dunia dalam beberapa bulan terakhir. Konflik di Selat Hormuz telah menyebabkan ketegangan tinggi antara Amerika Serikat dan Iran, serta mempengaruhi pasokan minyak dunia.

Pada tanggal 9 Mei 2026, situasi di Selat Hormuz mulai stabil setelah sempat diwarnai rangkaian bentrokan sporadis dalam beberapa hari terakhir. Amerika Serikat menunggu jawaban resmi dari Iran terkait proposal perdamaian yang telah diajukan.

Proposal perdamaian ini dirancang untuk secara formal menghentikan perang sebelum melangkah ke negosiasi isu yang lebih sensitif, termasuk program nuklir Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, telah menyatakan bahwa Washington mengharapkan respons dari Teheran dalam hitungan jam.

Dalam upaya pembangunan kepercayaan, sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) milik Qatar telah berlayar menuju Selat Hormuz dengan tujuan Pakistan. Kapal ini telah mendapat “lampu hijau” dari Iran, yang dinilai sebagai langkah positif dalam mencari solusi konflik.

Tekanan internasional untuk segera mengakhiri konflik ini kian meningkat, terutama dengan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pekan depan. Perang di jalur vital ini telah mengacaukan pasar energi global dan menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Selat Hormuz adalah jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia. Sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, Teheran telah memblokir sebagian besar pelayaran non-Iran di wilayah tersebut. Meski situasi saat ini tenang, gencatan senjata yang diumumkan pada 7 April lalu terus diuji oleh bentrokan fisik.

Pangkalan pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) telah mencegat dua rudal balistik dan tiga drone yang diluncurkan dari Iran, mengakibatkan tiga orang luka-luka. Meskipun demikian, situasi di Selat Hormuz tetap stabil, dan Amerika Serikat terus menunggu jawaban resmi dari Iran.

Harga minyak dunia bergerak stabil di kisaran US$ 95, sementara Brent masih di level US$ 100. Tekanan ekonomi global dan kunjungan Trump ke Tiongkok telah memicu desakan internasional untuk segera mengakhiri konflik ini.

Selat Hormuz adalah titik sempit yang menentukan stabilitas energi dunia. Konflik di Selat Hormuz telah menyebabkan ketegangan tinggi dan mempengaruhi pasokan minyak dunia. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam mencari solusi konflik ini.

Exit mobile version