Keuangan.id – 03 April 2026 | Di sesi perdagangan pertama Kamis, 2 April 2026, indeks saham bank–bank besar Indonesia menunjukkan tekanan penurunan, kecuali saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang justru mencatat kenaikan.
Berbagai faktor, termasuk kekhawatiran akan kebijakan suku bunga global dan data inflasi domestik yang masih berada di atas target, menjadi pemicu aksi jual pada sektor perbankan. Investor tampak mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih defensif.
| Bank | Perubahan Harga |
|---|---|
| BBRI | -0,73% |
| BMRI | -0,58% |
| BBCA | +0,42% |
| BNI | -0,65% |
| BTN | -0,71% |
BBCA berhasil menguat karena laporan keuangan kuartal terakhir menunjukkan peningkatan profitabilitas dan penurunan non-performing loan (NPL). Selain itu, bank ini mendapat sorotan positif atas strategi digitalisasi layanan yang diperkirakan dapat meningkatkan basis nasabah muda.
Sementara itu, saham BBRI, BMRI, BNI, dan BTN mengalami penurunan antara 0,5% hingga 0,8% dalam satu jam pertama perdagangan. Penurunan ini mencerminkan sensitivitas sektor perbankan terhadap sentimen pasar yang masih berhati-hati.
Para analis menyarankan investor untuk tetap memperhatikan perkembangan kebijakan moneter Bank Indonesia serta data ekonomi makro yang akan dirilis dalam minggu ini. Keputusan suku bunga atau perubahan regulasi dapat menambah volatilitas pada saham-saham bank besar.
