RUPST Bank Mega Sepakati Dividen Rp2 Triliun dan Saham Bonus Rp5,87 Triliun

RUPST Bank Mega Sepakati Dividen Rp2 Triliun dan Saham Bonus Rp5,87 Triliun
RUPST Bank Mega Sepakati Dividen Rp2 Triliun dan Saham Bonus Rp5,87 Triliun

Keuangan.id – 01 April 2026 | PT Bank Mega Tbk melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 31 Maret 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta. Rapat dipimpin oleh Komisaris Independen, Hizbullah, dan menyetujui seluruh sembilan agenda RUPST Tahun Buku 2025.

Keputusan utama mencakup penggunaan laba bersih sebesar Rp3,4 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp2 triliun dialokasikan sebagai dividen tunai bagi pemegang saham, Rp35,1 juta disisihkan sebagai dana cadangan sesuai Pasal 70 UU PT, dan sisanya Rp1,3 triliun dicatat sebagai saldo laba.

Selain dividen, rapat juga menyetujui pembagian saham bonus senilai Rp5,87 triliun yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor (agio saham). Bank Mega akan menerbitkan 11,74 miliar saham bonus dengan rasio 1:1, dibagikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

  • Dividen tunai: Rp2 triliun
  • Saham bonus: Rp5,87 triliun (11,74 miliar lembar)
  • Saldo laba: Rp1,3 triliun

Dari sisi tata kelola, RUPST mengangkat dua direktur baru, yaitu Mariam dan Jemy Kristian Soegiarto, yang akan efektif setelah lolos uji fit‑and‑proper OJK. Yuni Lastianto diberhentikan dengan hormat, dan masa jabatan Wakil Direktur Utama Indivara Erni akan berakhir seiring penugasan ke PT Mega Corpora, paling lambat 30 September 2026.

Susunan direksi yang baru menjadi:

  • Direktur Utama: Kostaman Thayib
  • Wakil Direktur Utama: Indivara Erni
  • Direktur: Madi Darmadi Lazuardi
  • Direktur: Martin Mulwanto
  • Direktur: YB Hariantono
  • Direktur: Heriwan Gazali
  • Direktur: Mariam
  • Direktur: Jemy Kristian Soegiarto

Kinerja keuangan Bank Mega tahun 2025 menunjukkan laba bersih Rp3,36 triliun, meningkat 28 % secara tahunan, didorong oleh fee‑based income yang naik 54 % menjadi Rp2,79 triliun. Total aset tercatat Rp140,83 triliun, naik 4 % dari tahun sebelumnya. Penyaluran kredit mencapai Rp67,23 triliun dengan NPL membaik menjadi 1,65 %.

Rasio-rasio penting lainnya: CAR 30,49 %, LDR sekitar 70 %, ROA 3,10 %, ROE 15,54 %, NIM 4,18 %, dan BOPO 69,12 %.

Untuk tahun 2026, Bank Mega menargetkan laba bersih Rp3,7 triliun, total kredit Rp74 triliun, dana pihak ketiga Rp111 triliun, serta total aset Rp149 triliun. Strategi pencapaian meliputi peningkatan dana murah, ekspansi kredit wholesale, akselerasi bisnis kartu kredit, optimalisasi jaringan cabang, dan penguatan kinerja treasury.

Exit mobile version