Rupiah Tertekan, BCA Pastikan Risiko Kredit Masih Terkendali

Rupiah Tertekan, BCA Pastikan Risiko Kredit Masih Terkendali
Rupiah Tertekan, BCA Pastikan Risiko Kredit Masih Terkendali

Keuangan.id – 25 April 2026 | Rupiah tertekan menembus level Rp17.300 per dolar, menimbulkan kekhawatiran akan dampak pada sektor perbankan. Meskipun nilai tukar melemah, Bank Central Asia (BCA) menegaskan bahwa kualitas kredit tetap kuat.

BCA memiliki eksposur kredit dalam mata uang asing (valas) yang relatif kecil dibandingkan total portofolio pinjaman. Hal ini membuat bank mampu menahan tekanan nilai tukar tanpa mengganggu likuiditas maupun profitabilitas.

Komposisi Kredit Valas BCA

Jenis Kredit Persentase dari Total
Kredit Korporasi Valas ~3%
Kredit Konsumer Valas ~1%

Dengan proporsi di bawah 5 persen, fluktuasi rupiah tidak signifikan memengaruhi kualitas aset. Manajemen risiko BCA terus memantau eksposur ini melalui stress testing berkala dan penyesuaian limit kredit.

Selain menahan risiko valas, BCA juga memperkuat prosedur penilaian kelayakan pinjaman, meningkatkan penggunaan teknologi analitik, serta memperketat kebijakan penagihan. Semua langkah ini berkontribusi pada penurunan tingkat non-performing loan (NPL) menjadi di bawah 2 persen.

Secara keseluruhan, meskipun rupiah berada di bawah tekanan, BCA yakin bahwa strategi mitigasi risiko dan profil kredit yang konservatif memungkinkan bank tetap menjaga stabilitas keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Exit mobile version