Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Pada penutupan sesi perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah jatuh ke level 17.445 per dolar AS, menandai pelemahan signifikan dalam minggu terakhir.
Rupiah melemah karena ketegangan geopolitik
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkat baru-baru ini memicu kepanikan di pasar keuangan global. Investor beralih ke aset safe‑haven, sementara permintaan mata uang dolar menguat, menekan rupiah.
Selain itu, lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik menambah beban bagi ekonomi Indonesia yang masih sangat bergantung pada impor energi.
| Tanggal | Nilai Tukar (IDR/USD) |
|---|---|
| 1 Mei 2026 | 17.250 |
| 2 Mei 2026 | 17.360 |
| 3 Mei 2026 | 17.445 |
Penurunan nilai tukar ini berdampak langsung pada beberapa sektor:
- Peningkatan biaya impor bahan baku dan barang konsumsi.
- Tekanan tambahan pada tingkat inflasi rumah tangga.
- Penurunan daya beli konsumen yang dapat mengurangi permintaan domestik.
Pengamat pasar menekankan pentingnya kebijakan fiskal dan moneter yang koordinatif untuk menstabilkan nilai tukar dan melindungi sektor‑sektor rentan.
