River Plate Raih Kemenangan Dramatis 2-1 di Kandang Huracán dengan Dua Kartu Merah dan Tiga Tendangan Penalti

River Plate Raih Kemenangan Dramatis 2-1 di Kandang Huracán dengan Dua Kartu Merah dan Tiga Tendangan Penalti
River Plate Raih Kemenangan Dramatis 2-1 di Kandang Huracán dengan Dua Kartu Merah dan Tiga Tendangan Penalti

Keuangan.id – 13 Maret 2026 | Dalam laga lanjutan ke-10 (J10) Liga Profesional Argentina pekan ini, River Plate berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas CA Huracán di stadion Estadio Tomás Adolfo Ducó. Pertandingan yang berlangsung pada Minggu malam itu dipenuhi kontroversi, keputusan VAR, serta aksi brutal yang membuat kedua tim harus mengurangi satu pemain masing-masing.

Awal Pertandingan dan Formasi

River Plate masuk ke pertandingan dengan susunan pemain yang dipilih oleh pelatih baru mereka, Eduardo Coudet, pada debut resmi sebagai pimpinan tim. Formasi 4-3-3 yang dipilih Coudet menampilkan Marcelo Gallardo di lini tengah sebagai gelandang bertahan, sambil menempatkan Julián Álvarez dan Matías Suárez di sayap kiri dan kanan. Di depan gawang, Gabriel Mercado kembali menempati posisi bek kanan, sementara Nahuel Molina mengisi posisi bek kiri.

Huracán, di sisi lain, menurunkan formasi 4-4-2 yang mengandalkan pengalaman pemain seperti Fernando Gago di lini tengah serta duo penyerang Gabriel Garcia dan Facundo Roncaglia yang diharapkan mampu memanfaatkan ruang di belakang pertahanan River.

Insiden Kartu Merah dan Peran VAR

Ketegangan mulai memuncak pada menit ke-23 ketika pemain River Plate, Julián Álvarez, terlibat dalam duel udara dengan Gabriel Garcia. Wasit memberikan kartu kuning kepada Álvarez, namun VAR meninjau kembali insiden tersebut dan memutuskan bahwa pelanggaran yang terjadi lebih serius, sehingga Álvarez langsung menerima kartu merah langsung. Ini menjadi kartu merah pertama dalam pertandingan dan menurunkan River menjadi sepuluh pemain.

Tak lama setelahnya, pada menit ke-38, huruf hijau kembali muncul di papan skor ketika penyerang Huracán, Facundo Roncaglia, menendang bola dengan keras ke arah wasit setelah merasa diperlakukan tidak adil. Wasit mengeluarkan kartu merah kedua, kali ini untuk Roncaglia, menjadikan kedua tim bermain dengan sepuluh pemain masing-masing.

Tiga Tendangan Penalti yang Menentukan

Kontroversi paling menonjol terjadi pada babak pertama ketika VAR memerintahkan tiga tendangan penalti dalam satu pertandingan, sesuatu yang jarang terjadi dalam sepakbola modern. Penalti pertama diberikan kepada River pada menit ke-45+1 setelah wasit menilai bahwa bek Huracán melakukan pelanggaran keras di dalam kotak penalti. Gabriel Barbosa mengeksekusi tendangan tersebut dengan tegas, namun tendangannya meleset ke kiri tiang gawang.

Penalti kedua muncul pada menit ke-57 setelah seorang pemain River terlibat dalam duel keras dengan gelandang Huracán. Kali ini, penyerang River, Julián Álvarez, yang sebelumnya dikeluarkan, tidak dapat mengeksekusi penalti karena sudah tidak berada di lapangan. Sebagai gantinya, Matías Suárez mengambil alih dan berhasil mencetak gol, memberi River keunggulan 1-0.

Penalti ketiga diberikan kepada Huracán pada menit ke-78 setelah wasit menilai bahwa defender River melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Penyerang Huracán, Gabriel Garcia, mengeksekusi tendangan dengan tenang, tetapi bola menabrak tiang dan memantul kembali ke luar. Skor tetap 1-0 untuk sementara.

Gol Penyelamat dan Penutupan Laga

Setelah jeda istirahat, Huracán berusaha mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-61, mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui serangan balik cepat yang diakhiri dengan gol dari Gabriel Garcia, membuat skor menjadi 1-1. Namun, River tidak menyerah. Pada menit ke-85, Gabriel Barbosa kembali muncul di depan gawang dan menambah satu gol lagi setelah menerima umpan lepas dari Marcelo Gallardo. Gol tersebut mengamankan kemenangan 2-1 untuk River Plate.

Pertandingan berakhir dengan sorakan penonton, meski keduanya harus menelan kartu merah. VAR kembali menjadi sorotan utama, karena keputusan tiga penalti dalam satu laga menimbulkan perdebatan mengenai konsistensi peraturan.

Dampak pada Klasemen dan Prospek Kedepan

Kemenangan ini mengangkat River Plate ke posisi kedua klasemen Liga Profesional Argentina dengan 22 poin, hanya tertinggal satu poin dari pemimpin Boca Juniors. Sementara itu, Huracán tetap berada di posisi menengah klasemen dengan 14 poin, menambah tekanan untuk memperbaiki hasil di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Debut Eduardo Coudet sebagai pelatih River juga dinilai positif, meskipun harus mengatasi dua kartu merah dalam satu pertandingan. Strategi taktisnya yang mengandalkan pressing tinggi dan transisi cepat terbukti efektif, terutama dalam momen krusial ketika tim harus mengandalkan serangan balik.

Secara keseluruhan, laga antara River Plate dan Huracán menjadi contoh bagaimana drama, teknologi VAR, dan keputusan wasit dapat mempengaruhi hasil akhir pertandingan. Kedua tim kini akan menyiapkan diri untuk laga selanjutnya, dengan River berambisi mempertahankan posisi terdekat di puncak klasemen, sementara Huracán harus bangkit dari kekalahan yang menyesakkan ini.

Exit mobile version