Keuangan.id – 10 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Kontroversi seputar penciptaan lagu tema Asian Games kembali memanas setelah Reza Arap mengklaim dalam siaran langsung “Marapthon” season 3 bahwa ia adalah satu‑satunya pencipta soundtrack tersebut. Pernyataan tersebut memicu balasan tajam dari mantan rekannya, Gerald Liu, serta menimbulkan spekulasi di kalangan netizen mengenai proses kolaborasi musik di balik proyek besar itu.
Kontroversi Klaim Lagu Asian Games
Dalam sebuah segmen yang menanggapi komentar penonton, Reza Arap menyebut, “World Cup bang, soundtrack‑nya kan Weird Genius. Asian Games gua sendiri. Soundtrack‑nya gua.” Pernyataan itu menegaskan bahwa ia merasa memiliki peran utama dalam menciptakan melodi yang akan diputar selama ajang olahraga internasional tersebut.
Reaksi cepat datang dari Gerald Liu, yang pada 8 April 2026 membagikan rekaman video melalui Instagram. Ia menegaskan bahwa file proyek berjudul “Rap ASEANGAMES Project” masih tersimpan di hard disk eksternal miliknya, meskipun vokal utama hilang karena kerusakan laptop lama. “Bentar, Asian Games? Kayaknya gue masih punya file‑nya deh,” ujar Liu, lalu menampilkan folder produksi tahun 2017 yang berisi ratusan trek audio.
Liu menambahkan bahwa proses produksi lagu tersebut melibatkan dirinya bersama Reza Arap, bukan hasil kerja solo. Ia juga menyoroti perbedaan dengan lagu tema World Cup yang dikerjakan oleh seluruh anggota Weird Genius serta kolaborator JyoHx, sebagaimana dibuktikan oleh file “Glorious” (U‑20 World Cup) yang berisi 179 trek audio.
Balasan Tegas Gerald Liu
Gerald Liu tidak hanya menampilkan bukti teknis, tetapi juga menegaskan bahwa klaim eksklusif Reza Arap tidak mencerminkan realitas kolaboratif. “Nah kan jelas ya. Pildun Weird Genius, Asian Games gua dan Arap. Tapi kalau Arap bilang dia sendiri, padahal ada gue yang bikin musiknya, berarti jangan‑jangan gue itu…” ujar Liu sambil memarodikan aksi Reza.
Liu, yang resmi keluar dari Weird Genius pada Oktober 2023 karena perbedaan visi, kini menjadi saksi penting dalam mengungkap dinamika produksi musik yang selama ini tersembunyi di balik layar.
Drama Marapthon dan Undangan Aldi Taher
Sementara kontroversi musik berlangsung, acara penutup “Marapthon” pada 20 Mei 2026 menjadi sorotan lain. Reza Arap secara pribadi mengundang artis sekaligus pengusaha burger, Aldi Taher, untuk tampil di sesi penutup. Undangan tersebut ditampilkan dalam DM Instagram Reza, yang kemudian dipublikasikan oleh Aldi dengan gaya promosi khasnya, lengkap dengan nomor WhatsApp.
Setelah mengonfirmasi kehadirannya, Aldi menambahkan promosi diri dalam balasannya, menandai akun band metal Slipknot dan produser film Manoj Punjabi. Reza Arap menanggapi dengan komentar pasrah, mengaku sudah menduga Aldi akan mempublikasikan pesan tersebut.
Reaksi dari sahabat Reza, Mister Aloy, juga muncul di kolom komentar, memberikan dukungan sambil menertawakan situasi yang kini menjadi bahan candaan netizen.
Pesan Haru Reza Arap untuk Lula Lahfah
Di tengah hiruk‑pikuk publik, Reza Arap menyempatkan diri menulis pesan pribadi yang menyentuh hati bagi seorang penggemar setianya, Lula Lahfah. Dalam sebuah video singkat yang diunggah ke Instagram Stories, Reza menyampaikan, “Lula, terima kasih sudah selalu mendukungku sejak awal. Aku mengerti kalau kadang rasa sakit itu berat, tapi izinkan dirimu untuk move on. Hidup ini terlalu singkat untuk menahan beban yang tak perlu. Aku doakan yang terbaik untukmu, selalu.”
Pesan tersebut mendapat ribuan reaksi positif, menunjukkan sisi humanis sang kreator yang tak hanya terlibat dalam pertarungan kreatif, tetapi juga peduli pada kesejahteraan mental penggemarnya.
Melalui kombinasi antara perdebatan kreatif, drama media sosial, dan sentuhan pribadi, perjalanan Reza Arap belakangan ini menggambarkan betapa kompleksnya dunia hiburan digital. Kolaborasi, klaim kepemilikan karya, dan interaksi dengan publik menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi publik figur masa kini.
Sejauh ini, tidak ada pernyataan resmi dari pihak Weird Genius mengenai keterlibatan mereka dalam lagu tema Asian Games, sementara Gerald Liu tetap menegaskan fakta kolaboratif yang ia miliki. Sementara itu, Reza Arap terus melanjutkan proyek musiknya dan menyiapkan penampilan penutup Marapthon, menunggu respons akhir dari para penggemar dan rekan industri.
