Keuangan.id – 28 April 2026 | Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan kembali pentingnya revitalisasi Kota Tua sebagai zona inti dalam upaya membangun kembali jati diri ibukota. Dalam dua kesempatan penting pada 27 April 2026, Rano Karno menyampaikan visi yang menggabungkan seni, ekonomi, dan kolaborasi lintas sektor untuk menjadikan Jakarta kota yang lebih manusiawi, berbudaya, dan kompetitif secara global.
Seni Sebagai Jiwa Kota
Pada pembukaan Dies Natalis ke-56 Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Taman Ismail Marzuki, Rano Karno menuturkan bahwa seni bukan sekadar hiburan, melainkan elemen fundamental yang memberi napas pada infrastruktur beton. “Tanpa seni, Jakarta hanyalah kumpulan gedung tanpa jiwa,” ujarnya. Ia menekankan bahwa seniman harus mampu menjaga ekosistem kreatif sekaligus berbahasa dunia tanpa menghilangkan akar lokal.
Rano Karno menambahkan bahwa IKJ diposisikan sebagai laboratorium kreatif yang menghasilkan gagasan untuk menjawab tantangan urban. Ide-ide tersebut diharapkan dapat diaplikasikan pada proyek revitalisasi Kota Tua, menjadikannya etalase karya mahasiswa sekaligus ruang publik yang hidup.
Kolaborasi dengan Pengusaha Muda
Seiring dengan upaya budaya, Rano Karno juga mengajak pengusaha muda melalui Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 yang digelar oleh HIPMI Jaya. Dalam forum tersebut, ia menyoroti peran krusial wirausahawan dalam menciptakan inovasi, lapangan kerja, serta menjaga daya saing ekonomi di tengah ketidakpastian global. “Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi nasional,” tegasnya.
Ketua Umum HIPMI Jaya, Ryan Haroen, menyatakan kesiapan organisasi untuk berkolaborasi dengan pemerintah. Forum tersebut dirancang menghasilkan rekomendasi strategis yang aplikatif, memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta.
Perizinan Mudah dan Insentif Investasi
Rano Karno menegaskan langkah konkret pemerintah provinsi: penyederhanaan perizinan usaha dan pemberian insentif fiskal bagi investor. Kebijakan ini bertujuan memberikan kepastian bagi pelaku bisnis, terutama di sektor kreatif dan teknologi. “Ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha,” katanya saat membuka Forbisda 2026 di Pondok Indah Golf.
Program pendukung seperti Jakarta Entrepreneur dan Transjakarta Academy juga dipersiapkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi warga. Target ambisius Jakarta adalah masuk dalam 50 kota global pada 2030, dengan realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp270,09 triliun.
Strategi Revitalisasi Kota Tua
Strategi revitalisasi Kota Tua difokuskan pada zona inti yang meliputi kawasan Fatahillah, Glodok, dan sekitarnya. Langkah utama meliputi:
- Pemulihan bangunan bersejarah dengan standar konservasi internasional.
- Peningkatan infrastruktur publik, termasuk penerangan jalan, trotoar ramah pejalan kaki, dan aksesibilitas bagi difabel.
- Pengembangan ruang seni terbuka yang menampilkan karya seniman lokal dan mahasiswa IKJ.
- Penyediaan inkubator bisnis kreatif untuk UMKM serta startup berbasis budaya.
- Penerapan kebijakan insentif pajak bagi investor yang menanamkan modal di kawasan tersebut.
Dengan mengintegrasikan elemen budaya, ekonomi, dan teknologi, diharapkan kawasan Kota Tua tidak hanya menjadi destinasi wisata, melainkan pusat inovasi yang menghasilkan lapangan kerja baru.
Harapan dan Tantangan Kedepan
Rano Karno menutup pidatonya dengan optimisme tinggi. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, seniman, akademisi, dan pengusaha muda merupakan kunci keberhasilan. “Kita harus menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian warisan budaya,” ujarnya. Meski tantangan seperti birokrasi, pendanaan, dan resistensi perubahan tetap ada, komitmen bersama diharapkan dapat mengatasi hambatan tersebut.
Jika semua pihak bergerak selaras, Jakarta tidak hanya akan memiliki skyline yang megah, tetapi juga identitas kota yang hidup, reflektif, dan humanis. Revitalisasi Kota Tua sebagai zona inti menjadi simbol transformasi yang menggabungkan masa lalu dan masa depan, menjadikan ibukota sebagai contoh kota global yang berbudaya, inklusif, dan berkelanjutan.
