Retret Ketua DPRD di Akmil Magelang: Prabowo Hadir Langsung, 503 Ketua DPRD Ditempa Jadi Negarawan

Retret Ketua DPRD di Akmil Magelang: Prabowo Hadir Langsung, 503 Ketua DPRD Ditempa Jadi Negarawan
Retret Ketua DPRD di Akmil Magelang: Prabowo Hadir Langsung, 503 Ketua DPRD Ditempa Jadi Negarawan

Keuangan.id – 19 April 2026 | Akademi Militer (Akmil) Magelang menjadi saksi terselenggaranya Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) 2026, sebuah retret lima hari yang mempertemukan seluruh Ketua DPRD provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Kegiatan dimulai pada 15 April 2026 dan berakhir pada 19 April 2026, menampung sekitar 503-556 pimpinan legislatif daerah di Lembah Tidar, Magelang.

Agenda Utama dan Tujuan Retret

Retret ini digelar oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dengan dukungan Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily. Menurutnya, tujuan utama adalah menyinkronkan program Asta Cita Presiden‑Wakil Presiden dengan kebijakan pemerintah daerah serta menyiapkan para pemimpin daerah menjadi negarawan yang berintegritas, patriotik, dan berwawasan global. Selain itu, retret menekankan pentingnya pemahaman nilai‑nilai kebangsaan yang bersumber dari Pancasila, Undang‑Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Peserta dan Narasumber Kunci

Para peserta terdiri dari Ketua DPRD provinsi, kabupaten, dan kota yang mewakili seluruh 34 provinsi. Di antara mereka, Ketua DPRD Ogan Ilir, Edwin Cahya Putra, menekankan retret sebagai sarana belajar kebijakan pemerintah pusat untuk memperkuat sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pusat.

Narasumber utama meliputi:

  • Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memberikan pidato utama dan arahan langsung.
  • Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, yang membuka acara dan menekankan pentingnya karakter integritas.
  • Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, serta Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya, yang turut menyambut kedatangan Presiden.
  • Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Ketua KPK Setyo Budiyanto, yang memberikan materi terkait kebijakan strategis.

Prabowo Subianto: Dari Staf ke Panggung Utama

Awalnya, staf Presiden sempat menyarankan agar Prabowo tidak hadir secara langsung, dengan alasan dapat diwakilkan. Namun, Presiden menolak saran tersebut, menyatakan kehadirannya penting dan tepat. Ia menegaskan niatnya untuk berbicara “dari hati ke hati” dan menyampaikan arahan tanpa menyinggung pihak manapun.

Dalam sambutan, Prabowo menyebut semua Ketua DPRD sebagai patriot yang berorientasi pada rakyat. Ia menekankan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya ditentukan di level pusat, melainkan bergantung pada kepemimpinan daerah yang solid dan berintegritas. “Kita berasal dari latar belakang berbeda—daerah, suku, pendidikan, profesi, bahkan partai politik—namun sebagai anak bangsa kita tetap satu,” ujarnya.

Presiden juga menanyakan keberadaan wartawan di ruangan, menyinggung tantangan media di era modern. Ia menegaskan pentingnya memahami dinamika geopolitik global serta kebijakan strategis pemerintah, agar para pimpinan DPRD dapat mengimplementasikan visi Asta Cita ke dalam dokumen perencanaan daerah.

Materi dan Diskusi Selama Retret

Selama lima hari, peserta menerima materi tentang:

  • Nilai‑nilai kebangsaan dan konsensus dasar negara.
  • Sejarah perjuangan bangsa dan perkembangan geopolitik internasional.
  • Ketahanan nasional, kewaspadaan nasional, dan kepemimpinan nasional.
  • Strategi penguatan peran DPRD dalam perumusan kebijakan serta pengawasan implementasi pembangunan.

Kabinet Merah Putih, termasuk menteri‑menteri kunci, turut menyampaikan materi yang menekankan sinergi antara agenda nasional dan program daerah. Hal ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif, dan berkelanjutan.

Reaksi dan Harapan Para Ketua DPRD

Para Ketua DPRD menyatakan kebanggaan mereka dapat belajar langsung dari Presiden dan para pejabat tinggi. Edwin Cahya Putra, Ketua DPRD Ogan Ilir, menuturkan bahwa retret menjadi kesempatan untuk memperdalam wawasan kebangsaan dan mengoptimalkan peran legislatif daerah dalam mendukung kebijakan pusat.

Secara keseluruhan, retret ini dipandang sebagai platform strategis untuk membentuk pemimpin daerah yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter moral yang kuat, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dengan berakhirnya retret pada 19 April 2026, diharapkan para Ketua DPRD membawa pulang pengetahuan, semangat patriotisme, dan jaringan kerja yang dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta mengokohkan fondasi integritas dalam setiap kebijakan yang dihasilkan.

Exit mobile version