Real Madrid Gagal Juara, Arbeloa Dituduh Kebiasaan Kebobolan Setelah Menit 90

Real Madrid Gagal Juara, Arbeloa Dituduh Kebiasaan Kebobolan Setelah Menit 90
Real Madrid Gagal Juara, Arbeloa Dituduh Kebiasaan Kebobolan Setelah Menit 90

Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Real Madrid mengalami musim paling suram dalam sejarah modern klub, kembali menutup kompetisi tanpa mengangkat trofi utama pada musim 2025/26. Di bawah asuhan Alvaro Arbeloa, tim yang dulu dikenal tak terkalahkan kini terperosok dalam serangkaian kekalahan krusial, baik di La Liga maupun Liga Champions.

Musim 2025/26 yang Mengecewakan

Sejak mengambil alih kursi pelatih menggantikan Xabi Alonso, Arbeloa berhasil menstabilkan hasil pada beberapa pekan awal. Namun, performa menurun drastis ketika tim gagal mencetak kemenangan melawan Levante pada Januari 2026. Kekalahan beruntun berujung pada posisi ketiga di klasemen, jauh dari zona juara. Pada babak knockout Liga Champions, Los Blancos tersingkir oleh Bayern Munchen di perempat final, menambah beban psikologis pada skuad.

Keretakan Hubungan di Ruang Ganti

Masalah internal menjadi faktor utama kegagalan tersebut. Beberapa pemain senior, termasuk kapten Dani Carvajal, Raul Asencio, Alvaro Carreras, dan Dani Ceballos, mengkritik gaya manajemen Arbeloa yang dinilai lebih memihak kepada bintang baru serta pemain muda yang baru menembus tim utama. Mereka menilai bahwa kontribusi mereka di lini belakang dan tengah tidak mendapatkan penghargaan yang setimpal.

Konflik ini memuncak ketika Ceballos sempat dikeluarkan dari daftar pemain yang tersedia untuk beberapa laga. Sementara itu, Kylian Mbappe, yang baru saja pulih dari cedera hamstring, menjadi sorotan lain karena dugaan perjalanan pribadi yang mengganggu konsentrasi tim. Arbeloa secara terbuka membela Mbappe, menambah ketegangan dengan rekan-rekannya.

Kebiasaan Kebobolan di Detik Akhir

Analisis statistik menunjukkan pola yang mengkhawatirkan: Real Madrid sering kebobolan setelah menit ke-90. Pada 12 laga terakhir, tim mengalami 7 gol kebobolan di waktu tambahan atau menit-menit akhir pertandingan. Kebiasaan kebobolan ini menjadi topik hangat di media Spanyol, termasuk El Mundo, yang menilai kegagalan tim untuk menutup pertandingan dengan rapat menjadi salah satu penyebab utama kegagalan meraih trofi.

Beberapa faktor turut memperparah situasi, antara lain keputusan taktis yang terlalu agresif pada menit-menit akhir, kelelahan pemain inti akibat rotasi yang tidak optimal, serta kurangnya disiplin defensif yang dipimpin oleh Carvajal dan Asencio. Ketidakstabilan mental akibat perselisihan internal juga mengurangi fokus pemain dalam menjaga konsentrasi hingga peluit akhir.

Masa Depan Arbeloa dan Real Madrid

Dengan tekanan media yang terus meningkat dan dukungan suporter yang memudar, posisi Arbeloa berada di ujung tanduk. Pihak manajemen klub diperkirakan akan mempertimbangkan perubahan kepelatihan pada bursa transfer musim panas mendatang, termasuk kemungkinan kembali mengundang Jose Mourinho atau melirik pelatih asing berpengalaman.

Namun, jika klub memilih memberi kesempatan kedua pada Arbeloa, ia harus segera memperbaiki hubungan dengan pemain senior, menegaskan skema taktis yang lebih solid pada fase akhir pertandingan, serta menurunkan kebiasaan kebobolan yang telah merusak reputasi Real Madrid selama ini.

Tanpa perubahan signifikan, Real Madrid berisiko melanjutkan tren tanpa trofi, memperpanjang krisis kepelatihan, dan menurunkan nilai jual para bintang utama yang kini mulai melirik tawaran klub lain.

Exit mobile version