Keuangan.id – 14 Maret 2026 | Malam Lailatul Qadar, yang disebut lebih baik dari seribu bulan, menjadi puncak keagungan dalam rangkaian ibadah Ramadan. Pada sepuluh malam terakhir, umat Islam di seluruh dunia berlomba‑lomba menghidupkan malam dengan qiyamul lail, serangkaian shalat sunnah, doa, dan dzikir. Berikut panduan lengkap niat dan tata cara shalat yang paling sering diamalkan, beserta tips memaksimalkan keberkahan pada malam yang amat ditunggu.
Niat Shalat Tahajud
Shalat tahajud merupakan ibadah malam yang dilakukan setelah tidur, biasanya pada sepertiga malam terakhir. Niat yang disampaikan dalam hati adalah:
- “Saya berniat mengerjakan sholat sunah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Shalat Tahajud
Langkah‑langkah umum tahajud mirip dengan shalat sunnah lainnya: niat, takbir, membaca surat Al‑Fatihah, mengkhatamkan satu surat pendek, ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, serta salam. Minimal dua rakaat, namun boleh ditambah sesuai kemampuan. Banyak umat menambahkan bacaan tasbih dan istighfar setelah salam.
Niat Shalat Witir
Witir adalah shalat penutup dengan rakaat ganjil, biasanya dilakukan setelah shalat tarawih. Terdapat dua varian niat:
- “Aku niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
- “Saya berniat shalat witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Shalat Witir
Witir dapat dilaksanakan dalam dua cara: tiga rakaat sekaligus dengan satu salam, atau dua rakaat diikuti salam, kemudian satu rakaat lagi dengan salam terpisah. Setelah rakaat pertama, dibaca doa qunut (jika diikuti), kemudian dilanjutkan dengan bacaan Al‑Fatihah, surat pendek, ruku’, sujud, dan salam. Jika memilih satu rakaat, bacaan doa qunut biasanya ditambahkan.
Shalat Lain dalam Qiyamul Lail
Selain tahajud dan witir, umat sering menambah shalat hajat, tasbih, dan istikharah. Berikut contoh niat singkatnya:
- Hajat: “Saya niat shalat hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala, memohon kepada-Nya apa yang menjadi kebutuhan hati.”
- Tasbih: “Saya niat shalat tasbih tiga rakaat karena Allah Ta’ala, memuji-Nya dengan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, La ilaha illa Allah.”
- Istikharah: “Saya niat shalat istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala, memohon petunjuk dalam mengambil keputusan penting.”
Setiap shalat diakhiri dengan doa khusus atau dzikir panjang, menambah kekhusyukan.
Waktu Pelaksanaan Lailatul Qadar
Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar berada pada salah satu dari sepuluh malam terakhir, paling umum diperkirakan pada malam ganjil (21, 23, 25, 27, atau 29). Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, ketika pintu rahmat dibuka lebar. Oleh karena itu, dianjurkan memulai qiyamul lail segera setelah shalat Isya, melanjutkan hingga terbit fajar Subuh.
Tips Memaksimalkan Ibadah pada 10 Malam Terakhir
- Persiapan fisik: Tidur lebih awal agar tubuh siap bangun kembali untuk tahajud.
- Persiapan mental: Tetapkan niat yang jelas di pagi hari, tuliskan dalam jurnal agar tetap fokus.
- Ruang ibadah: Pilih tempat yang tenang, bersih, dan terhindar dari gangguan.
- Variasi bacaan: Selalu berganti surat pendek atau ayat-ayat Al‑Qur’an untuk menjaga kekhidmatan.
- Doa setelah shalat: Luangkan waktu 5‑10 menit berdoa, memohon ampunan, rahmat, serta keberkahan untuk diri sendiri, keluarga, dan umat.
Dengan melaksanakan niat dan tata cara secara konsisten, setiap Muslim dapat meraih manfaat spiritual yang dijanjikan pada malam penuh berkah ini.
Kesimpulannya, 10 malam terakhir Ramadan adalah momentum emas untuk memperdalam hubungan dengan Allah melalui shalat tahajud, witir, serta shalat sunnah lain. Menjaga niat yang tulus, melaksanakan tata cara yang tepat, dan memanfaatkan waktu sepertiga malam terakhir akan meningkatkan peluang memperoleh rahmat Lailatul Qadar. Semoga panduan ini membantu umat Islam di seluruh negeri menyiapkan hati dan jiwa untuk menyambut malam seribu bulan dengan penuh keikhlasan.
