Keuangan.id – 24 April 2026 | Selebrasi kembali ke Piala Dunia 2026 tak lagi menjadi impian semata bagi Tite Queiroz. Pelatih asal Brasil yang pernah menjuarai Copa América 2019 dan memimpin Timnas Brazil di Piala Dunia Qatar 2022 kini resmi mengemban tugas baru sebagai kepala pelatih Timnas Ghana. Penunjukan ini menjadi sorotan utama dunia sepak bola, terutama mengingat perjalanan karier Queiroz yang penuh liku, mulai dari mengukir prestasi di tingkat klub hingga menorehkan jejak di panggung internasional.
Latar Belakang Karier Queiroz
Sejak pertama kali menapaki bangku kepelatihan, Queiroz telah mengumpulkan pengalaman di berbagai negara. Setelah sukses mengasah taktik bersama klub Brasil, ia melanjutkan karier di Asia, memimpin Timnas Iran pada fase kualifikasi Piala Dunia 2022 dan berhasil menembus putaran grup. Keberhasilannya menarik perhatian federasi Brasil, yang pada 2019 menobatkannya sebagai pelatih kepala. Di bawah asuhannya, Brazil mencatat kemenangan penting melawan Argentina dalam laga persahabatan dan menampilkan gaya permainan menyerang yang menghibur.
Puncak kariernya di Brasil berakhir setelah Piala Dunia 2022, di mana timnya gagal melaju dari fase grup. Keputusan mengundurkan diri membuka peluang baru, dan pada akhir 2024 Queiroz menerima tawaran untuk melatih Timnas Qatar, sebelum akhirnya dipilih oleh Ghana pada awal 2025.
Kenapa Ghana Memilih Queiroz?
Timnas Ghana, yang dikenal dengan julukan Black Stars, tengah berada dalam fase persiapan intensif menjelang Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Ghana (GFA) menginginkan sosok yang mampu menggabungkan disiplin taktis dengan kreativitas menyerang. Rekam jejak Queiroz dalam mengoptimalkan talenta muda, serta pengalaman melatih di kompetisi Afrika dan Asia, menjadi nilai jual utama.
Selain itu, tren pergantian pelatih nasional yang terjadi di negara lain, seperti Arab Saudi yang baru saja menugaskan Georgios Donis menggantikan Herve Renard, menjadi pelajaran penting. Seperti yang terlihat, federasi berusaha mengangkat pelatih dengan visi jangka panjang demi meningkatkan performa di ajang dunia. Ghana pun mengikuti pola serupa, menaruh harapan besar pada Queiroz untuk mengubah dinamika tim.
Tantangan dan Target
- Kualifikasi AFC/CAF: Ghana harus bersaing ketat di zona Afrika, melawan tim-tim kuat seperti Nigeria, Senegal, dan Kamerun. Queiroz dituntut menyusun skuad yang seimbang antara pemain berpengalaman dan generasi muda.
- Fase Grup Piala Dunia: Dengan grup yang diprediksi berisi tim-tim dari Eropa, Amerika Selatan, dan Asia, Ghana harus menyiapkan taktik bertahan yang solid serta serangan balik cepat.
- Peningkatan Moral: Mengembalikan kepercayaan publik setelah periode hasil kurang konsisten menjadi prioritas utama.
Strategi Queiroz untuk Ghana
Berbekal pengalaman melatih dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel, Queiroz berencana menekankan permainan menembus lini tengah dengan pressing tinggi. Ia juga menaruh kepercayaan pada pemain sayap Ghana yang memiliki kecepatan luar biasa, seperti Osman Bukari dan Mohammed Kudus, untuk menciptakan peluang lewat umpan terobosan.
Di lini pertahanan, ia akan mengintegrasikan veteran seperti Andre Ayew dengan pemain muda yang telah menunjukkan performa gemilang di liga domestik. Kombinasi ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pengalaman dan energi baru.
Harapan Publik dan Media
Para penggemar Ghana menyambut penunjukan Queiroz dengan antusiasme tinggi. Di media sosial, banyak yang menilai bahwa kehadirannya dapat membuka babak baru bagi Black Stars, terutama dalam upaya menembus fase knockout pertama dalam sejarah Piala Dunia. Sementara itu, pengamat sepak bola menilai bahwa keberhasilan Queiroz di Ghana akan menambah kredibilitasnya sebagai pelatih internasional yang mampu beradaptasi di berbagai budaya sepak bola.
Jika berhasil, Ghana tidak hanya akan menambah prestasi nasional, tetapi juga menjadi contoh bagi tim-tim Afrika lain dalam memanfaatkan pengalaman pelatih asing untuk mengoptimalkan potensi lokal.
Dengan persiapan yang semakin intensif, jadwal uji coba melawan tim-tim Asia dan Amerika Selatan telah dijadwalkan pada akhir 2025. Queiroz menyatakan kesiapan penuh timnya dan menegaskan bahwa setiap laga akan menjadi batu loncatan menuju tujuan utama: melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Sejarah menunjukkan bahwa pergantian pelatih menjelang turnamen besar sering kali menjadi kunci perubahan. Queiroz Ghana kini menapaki jalur yang sama, bertekad menorehkan prestasi gemilang bagi sepak bola Afrika.
