Keuangan.id – 15 April 2026 | Dalam rangka memperkuat kepercayaan investor Amerika Serikat, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati—yang dikenal dengan sebutan Purbaya—menyampaikan penilaian positif terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan pada pertemuan bilateral yang dihadiri oleh perwakilan lembaga keuangan, dana pensiun, dan investor institusional Amerika.
Purbaya menegaskan bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam mengelola defisit anggaran, menurunkan rasio utang terhadap PDB, serta memperkuat basis pajak. Ia menambahkan bahwa kebijakan fiskal yang disiplin dan berkelanjutan menjadi fondasi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5‑5,5 %.
Fokus Kebijakan Fiskal
Beberapa poin utama yang ditekankan meliputi:
- Peningkatan penerimaan pajak melalui reformasi perpajakan dan digitalisasi sistem administrasi.
- Pengendalian belanja non‑prioritas serta optimalisasi belanja infrastruktur yang dapat mendorong multiplier ekonomi.
- Pengurangan rasio hutang publik dengan target di bawah 30 % dari PDB pada akhir 2025.
- Komitmen pada transparansi anggaran dan tata kelola yang akuntabel.
Dengan langkah‑langkah tersebut, Purbaya berharap dapat menurunkan risiko sovereign rating dan membuka peluang investasi baru, khususnya di sektor energi terbarukan, infrastruktur transportasi, dan teknologi digital.
Respon Investor Amerika
Para investor menanggapi dengan positif, mencatat bahwa kebijakan fiskal yang konsisten memberikan sinyal stabilitas makroekonomi. Mereka menyatakan minat untuk menambah eksposur pada obligasi pemerintah Indonesia serta memperluas portofolio pada proyek‑proyek infrastruktur yang didukung oleh pemerintah.
Secara keseluruhan, pernyataan Purbaya memperkuat narasi bahwa Indonesia sedang menata fondasi fiskal yang kuat, sekaligus menegaskan komitmen untuk mencapai pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
