Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Juwono Sudarsono, tokoh senior bidang pertahanan dan akademisi ternama, menghembuskan napas terakhir pada pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada usia 84 tahun. Jenazahnya dibawa ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dan dimakamkan secara militer pada 29 Maret 2026 sebagai bentuk penghormatan negara.
Prosesi pemakaman dimulai dengan penyerahan jenazah oleh keluarga kepada negara, dilanjutkan dengan penghormatan militer dan tembakan salvo. Upacara dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Polkam Djamari Chaniago, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono. Setelah penurunan jenazah, keluarga menabur bunga sebagai penghormatan terakhir.
Juwono mencatat sejarah sebagai Menteri Pertahanan pertama yang berasal dari kalangan sipil, menandai perubahan paradigma setelah lebih dari empat dekade posisi tersebut didominasi oleh militer sejak 1959. Penunjukannya pada era Presiden Abdurrahman Wahid (1999‑2000) membuka jalan bagi modernisasi pertahanan dan penegakan supremasi sipil dalam kebijakan strategis negara. Ia kembali menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004‑2009), memperkuat fondasi pertahanan modern Indonesia.
- Menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup pada akhir era Soeharto (1998).
- Menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di pemerintahan B.J. Habibie (1998‑1999).
- Menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya pada masa Megawati Soekarnoputri (2003‑2004).
Di bidang akademik, Juwono lahir di Ciamis, Jawa Barat, pada 5 Maret 1942. Ia adalah putra Sudarsono, yang pernah menjadi Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Sjahrir. Pendidikan tinggi ditempuh di Universitas Indonesia, kemudian dilanjutkan ke University of California, Berkeley (1970) dan London School of Economics (1975). Karier akademisnya meliputi jabatan Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional UI (1988‑2020), Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI (1988‑1994), serta Guru Besar Tamu di Columbia University, New York (1986‑1987). Kontribusinya dalam bidang hubungan internasional dan kebijakan publik diakui secara luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Kehilangan Juwono Sudarsono dirasakan oleh kalangan pemerintahan, militer, akademisi, dan masyarakat luas. Warisannya sebagai pionir peralihan sipil‑militer di sektor pertahanan serta dedikasinya dalam dunia pendidikan akan terus menjadi referensi penting bagi generasi mendatang.
