Keuangan.id – 07 April 2026 | Inter Milan kembali menegaskan dominasinya atas AS Roma dalam laga pekan ke-31 Serie A 2025/2026 dengan kemenangan telak 5-2. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi nerazzurri di puncak klasemen dengan 72 poin, tetapi juga menandai pertemuan ke-100 Inter melawan sang rival ibu kota. Dengan hasil tersebut, Inter unggul tujuh poin dari Napoli, yang berada di posisi runner‑up, dan membuka peluang besar untuk mengamankan gelar juara pada sisa tujuh pertandingan.
Sejarah Pertemuan Besar di Abad 21
Sepanjang abad ini, Inter Milan telah mencatat empat kemenangan besar melawan AS Roma, masing‑masing terjadi pada musim 2007/2008, 2008/2009, 2021/2022, dan 2025/2026. Dua di antaranya (2008/2009 dan 2025/2026) berujung pada gelar Serie A bagi Inter. Berikut rekap singkat skor besar tersebut:
| Musim | Skor | Tempat |
|---|---|---|
| 2007/2008 | 4-1 | Stadio Olimpico |
| 2008/2009 | 4-0 | Stadio Olimpico |
| 2021/2022 | 3-0 | Stadio Olimpico |
| 2025/2026 | 5-2 | San Siro |
Catatan ini memperlihatkan tren kebangkitan Inter sejak 2021, ketika nerazzurri memenangkan 10 dari 12 pertemuan melawan Roma. Dominasi ini mengubah dinamika rivalitas lama yang sebelumnya lebih menguntungkan bagi Giallorossi pada dekade 2011‑2021.
Faktor Penentu Kemenangan Terbaru
Pada pertandingan terbaru, Inter langsung membuka skor dalam satu menit pertama lewat serangan tajam Lautaro Martínez, bomber asal Argentina yang dikenal dengan kemampuan menembus pertahanan lawan. Gol pembuka ini menegaskan niat nerazzurri untuk tidak memberi ruang bagi Roma. Meskipun AS Roma sempat menyamakan kedudukan, Hakan Çalhanoğlu mengembalikan keunggulan Inter tepat sebelum jeda istirahat, menambah tekanan pada tim tuan rumah.
Pada babak kedua, Inter memperluas jarak dengan gol‑gol tambahan dari Edin Džeko, Denzel Dumfries, dan Lorenzo Pellegrini yang mencetak gol balasan untuk Roma. Kombinasi serangan cepat, kreativitas gelandang, serta pertahanan yang solid membuat Inter menguasai hampir seluruh fase permainan.
Prediksi Pertarungan Selanjutnya
Menatap laga selanjutnya antara Inter Milan dan AS Roma, yang dijadwalkan pada pekan ke-35, ada beberapa aspek krusial yang akan menentukan hasil akhir:
- Performa Lautaro Martínez: Jika bomber Argentina mampu meniru performa 5 menit pertama tadi, Inter memiliki peluang tinggi untuk mencetak gol awal yang dapat mengubah taktik Roma.
- Kekuatan lini tengah: Hakan Çalhanoğlu dan Nicolo Barella harus mampu mengendalikan tempo permainan, menciptakan peluang bagi penyerang, serta menahan serangan balik Roma.
- Stabilitas pertahanan: Denzel Dumfries dan Milan Škriniar perlu mengantisipasi pergerakan sayap Roma, terutama dari Niccolò Zaniolo yang dikenal lincah.
- Strategi pelatih: Simone Inzaghi kemungkinan akan menyiapkan formasi 3‑5‑2 yang menekankan pressing tinggi, sementara Jose Mourinho kemungkinan akan mengandalkan formasi 4‑2‑3‑1 dengan fokus pada serangan balik cepat.
Jika Inter dapat meniru pola serangan cepat dan menekan tinggi, serta memanfaatkan keunggulan di lini tengah, prediksi peluang kemenangan Inter berada di atas 65 %. Namun, Roma memiliki kemampuan untuk mengeksekusi serangan balik mematikan melalui aksi sayap kiri yang dipimpin oleh Federico Chiesa, sehingga hasil akhir masih dapat berubah jika mereka berhasil menahan tekanan awal.
Prospek Bomber Argentina dalam Menjadi Penentu
Lautaro Martínez telah menorehkan 18 gol dalam 22 penampilan Serie A musim ini, menjadikannya salah satu pencetak gol terbanyak di kompetisi. Statistik menunjukkan bahwa setiap kali Martínez mencetak gol pertama, Inter memenangkan 78 % pertandingan. Dengan catatan tersebut, peranannya dalam pertandingan melawan Roma menjadi sangat vital. Jika Martínez dapat mencetak dua gol atau lebih, peluang Inter untuk memenangkan duel tersebut meningkat secara signifikan.
Selain itu, kerjasama Martínez dengan Edin Džeko semakin solid, keduanya sering terlibat dalam rangkaian serangan cepat. Kombinasi ini menjadi senjata utama Inter untuk menembus pertahanan Roma yang kini lebih rentan setelah beberapa cedera pada sayap kiri.
Secara keseluruhan, Inter Milan tampak berada di jalur yang tepat untuk mengamankan gelar Serie A, sementara AS Roma harus menemukan strategi baru untuk menutup celah pertahanan yang selama ini dimanfaatkan nerazzurri. Pertandingan mendatang diprediksi akan menjadi ajang ujian lagi bagi kedua tim, dengan Inter mengandalkan kecepatan serangan dan bom‑bomber Argentina, sementara Roma berharap pada disiplin taktis dan serangan balik.
Jika Inter berhasil mempertahankan konsistensi ofensifnya dan menjaga kebersihan pertahanan, peluang mereka meraih gelar juara dalam satu atau dua minggu ke depan akan semakin kuat. Sebaliknya, Roma harus meningkatkan performa kolektif dan memaksimalkan potensi individu agar tetap bersaing dalam perburuan tempat tiga besar Serie A.
