Keuangan.id – 10 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar serangkaian rapat internal yang disebut “rapat maraton” di kompleks Hambalang, Bogor, pada Senin 9 Maret 2026. Dalam satu hari, Prabowo memimpin lima pertemuan yang melibatkan hampir seluruh anggota Kabinet Merah Putih, serta pejabat tinggi TNI dan perwakilan industri strategis.
Agenda Pokok: Swasembada Pangan, Energi, dan Persiapan Idul Fitri
Menurut unggahan resmi Sekretariat Kabinet di @sekretariat.kabinet, dua agenda utama menjadi fokus. Pertama, evaluasi program swasembada pangan dan energi, termasuk ketersediaan LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kedua, koordinasi kesiapan keamanan dan kelancaran mudik Lebaran yang diproyeksikan meningkat tajam dalam sepuluh hari menjelang hari raya.
Daftar Menteri dan Pejabat yang Hadir
- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
- Menteri ATR/BPN Nusron Wahid
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto
- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
- Menteri Ketenagakerjaan Sakti Wahyu Trenggono
- Menteri Koordinator Kelembagaan Pemerintahan Amran Sulaiman
- Menteri Lalu (sesuai sumber)
- Pejabat Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
- Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan
- Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho
- Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa
Selama rapat, Menteri Pangan dan Pertanian menyoroti capaian produksi beras domestik yang kini mencukupi kebutuhan nasional, sementara Menteri Energi menegaskan target pencapaian swasembada minyak mentah melalui investasi kilang baru dan eksplorasi dalam negeri.
Geopolitik Timur Tengah dan Dampaknya pada Indonesia
Rapat keempat beralih pada analisis situasi geopolitik di Timur Tengah yang sedang mengalami ketegangan intens. Teddy menyampaikan bahwa eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia, yang pada hari Senin 9 Maret sudah mendorong nilai tukar rupiah menembus level Rp17.000 per dolar.
Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), dipanggil untuk memberi gambaran fiskal. Ia memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak dapat menambah tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ratusan triliun rupiah. “Jika tren ini berlanjut, defisit APBN berpotensi melebar hingga Rp314 triliun,” ungkapnya.
Kesiapan Mudik Lebaran
Rapat kelima difokuskan pada logistik mudik. Menurut Teddy, koordinasi lintas kementerian mencakup peningkatan keamanan di jalur transportasi, penambahan armada bus dan kereta, serta pengaturan prioritas distribusi LPG di wilayah rawan kehabisan. “Kami menyiapkan mekanisme darurat untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan bakar dan kebutuhan pangan,” tegasnya.
Kesimpulan
Serangkaian rapat maraton di Hambalang menegaskan komitmen pemerintahan Prabowo Subianto untuk mengamankan ketahanan pangan dan energi, serta memastikan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri. Dengan melibatkan seluruh elemen kabinet, TNI, dan perwakilan industri, pemerintah berusaha mengantisipasi tantangan eksternal seperti volatilitas harga minyak serta dinamika geopolitik di Timur Tengah. Keberhasilan strategi ini akan menjadi ukuran nyata kesiapan Indonesia menghadapi musim mudik dan tekanan fiskal yang semakin kompleks.
