Keuangan.id – 03 April 2026 | Kementerian Keuangan mengumumkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur pada bulan Maret mencatat angka 50,1, menandakan pertumbuhan yang masih berada di zona ekspansif meskipun melambat.
Angka 50,1 merupakan penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di atas 50,5. Penurunan ini menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan industri masih terjaga, namun tekanan eksternal mulai terasa.
- PMI di atas 50 menandakan aktivitas manufaktur masih dalam fase ekspansi.
- Penurunan sebesar 0,4 poin mengindikasikan perlambatan, namun tidak cukup signifikan untuk mengubah tren positif.
- Faktor utama yang memengaruhi penurunan meliputi penurunan permintaan ekspor dan kenaikan biaya energi.
Para analis ekonomi menilai bahwa resiliensi industri Indonesia masih kuat berkat dukungan kebijakan pemerintah, seperti insentif fiskal dan program penguatan rantai pasokan. Namun, mereka memperingatkan bahwa ketidakpastian global, khususnya dalam perdagangan internasional, dapat menambah volatilitas pada data PMI selanjutnya.
| Bulan | PMI Manufaktur |
|---|---|
| Februari 2024 | 50,5 |
| Maret 2024 | 50,1 |
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan tipis, sinyal utama tetap menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia masih mampu mempertahankan pertumbuhan, asalkan kebijakan moneter dan fiskal tetap mendukung serta tekanan eksternal dapat dikelola.
