Keuangan.id – 16 April 2026 | PT PGEO (Pembangunan Energi Offshore) resmi mengalihkan fokus usahanya ke sektor hidrogen sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi bersih. Langkah ini diwujudkan melalui model penyewaan generator berbasis hidrogen, yang diperkirakan dapat menggerakkan proyek‑proyek industri dengan emisi karbon yang jauh lebih rendah.
Investasi awal yang dialokasikan untuk inisiatif ini mencapai Rp1,17 miliar. Berdasarkan analisis keuangan internal, proyek ini menghasilkan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 110 %, menandakan potensi profitabilitas yang tinggi dibandingkan dengan sektor energi tradisional.
Berikut ringkasan utama rencana bisnis PGEO dalam bidang hidrogen:
- Model bisnis: Penyewaan generator hidrogen kepada perusahaan manufaktur, pertambangan, dan fasilitas logistik.
- Investasi awal: Rp1,17 miliar.
- IRR yang diproyeksikan: 110 %.
- Target pasar: Industri yang membutuhkan pasokan energi bersih dan stabil.
- Keunggulan kompetitif: Teknologi generator beremisi rendah, dukungan regulasi pemerintah, serta jaringan distribusi PGEO yang sudah mapan.
Pergeseran menuju hidrogen selaras dengan kebijakan energi nasional yang menargetkan peningkatan kontribusi energi terbarukan hingga 23 % pada tahun 2030. Hidrogen, khususnya yang dihasilkan lewat proses elektrolisis menggunakan listrik bersih, dipandang sebagai bahan bakar masa depan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Namun, tantangan tetap ada. Harga produksi hidrogen masih relatif tinggi, dan infrastruktur penyimpanan serta distribusinya memerlukan investasi tambahan. PGEO berencana mengatasi hal ini dengan menjalin kemitraan strategis bersama perusahaan teknologi dan institusi keuangan untuk mempercepat skala ekonomi.
Jika berhasil, langkah PGEO dapat menjadi contoh bagi perusahaan energi lain di Indonesia untuk mengeksplorasi peluang bisnis di sektor hidrogen, sekaligus memperkuat komitmen nasional terhadap transisi energi bersih.
