Pertumbuhan EV di Indonesia: ‘Nafsu Besar Tenaga Kurang’

Pertumbuhan EV di Indonesia: 'Nafsu Besar Tenaga Kurang'
Pertumbuhan EV di Indonesia: 'Nafsu Besar Tenaga Kurang'

Keuangan.id – 22 April 2026 | Penjualan kendaraan listrik di Indonesia mencatat lonjakan hampir dua kali lipat, yaitu 96% pada tahun terakhir. Meskipun angka penjualan menunjukkan antusiasme konsumen, adopsi secara luas masih terhambat oleh sejumlah kendala utama.

Faktor Penghambat

  • Harga kendaraan yang masih tinggi membuat banyak calon pembeli menunda keputusan.
  • Infrastruktur pengisian daya yang belum memadai, khususnya jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terbatas.
  • Ekosistem pendukung seperti layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan pembiayaan khusus masih kurang berkembang.

Data Penjualan

Tahun Penjualan (unit) Pertumbuhan
2022 3.500
2023 6.860 96%

Lonjakan penjualan tersebut didorong oleh masuknya merek‑merek baru serta peningkatan kesadaran akan dampak lingkungan. Pemerintah pun telah mengeluarkan kebijakan insentif, namun realisasi di lapangan masih belum optimal.

Untuk mewujudkan pertumbuhan EV yang berkelanjutan, diperlukan sinergi antara pemerintah, produsen, dan lembaga keuangan. Penurunan tarif pajak, subsidi pengadaan infrastruktur SPKLU, serta skema pembiayaan yang menarik dapat mempercepat adopsi massal.

Jika tantangan tersebut dapat diatasi, pasar kendaraan listrik Indonesia berpotensi tumbuh secara eksponensial dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan target dekarbonisasi nasional.

Exit mobile version