Keuangan.id – 27 April 2026 | Dengan hanya lima pekan tersisa dalam kompetisi Super League 2025/2026, persaingan di puncak klasemen semakin memanas. Persija Jakarta, yang berada di posisi ketiga dengan 59 poin, masih memiliki peluang realistis untuk menyalip Persib Bandung dan Borneo FC, masing-masing memimpin klasemen dengan 66 poin. Situasi ini menuntut strategi tepat, konsistensi menang, dan sedikit keberuntungan atas lawan-lawan terdekat.
Posisi Klasemen dan Selisih Poin
Bhayankara FC, yang berada di peringkat keempat, telah terpuruk pada 47 poin; bahkan dengan kemenangan di semua lima laga tersisa, total maksimalnya hanya 62 poin, belum cukup untuk menyalip Persib atau Borneo. Sementara itu, Persija yang menempati peringkat tiga berada di jarak tujuh poin dari dua pemuncak klasemen. Dengan lima pertandingan yang harus dimenangkan semua, Persija dapat menambah 15 poin menjadi 74 poin, yang secara teoritis cukup untuk mengungguli lawan jika mereka gagal maksimal.
Strategi Mauricio Souza dan Fokus pada Sepertiga Akhir
Pelatih Mauricio Souza mengakui bahwa efektivitas tim di sepertiga akhir lapangan menjadi titik lemah utama. Dalam konferensi pers sebelum laga melawan Persis Solo, ia menegaskan pentingnya latihan penyelesaian akhir dan penajaman taktik menyerang. Ia juga menekankan bahwa Fabio Calonego, yang kembali tersedia setelah akumulasi kartu kuning, akan menambah opsi kreatif di lini tengah.
Selain itu, Mauricio menekankan bahwa Persija tidak boleh meremehkan lawan, mengingat Persis Solo kini berada di zona pertempuran relegasi dengan 27 poin, hanya selisih satu poin dari zona merah. Persis menunjukkan performa solid dalam lima laga terakhir (3 menang, 1 seri, 1 kalah) dan bahkan berhasil mengalahkan Bhayangkara FC 2-1 pada pekan ke-29.
Jadwal Penentu dan Pertandingan Kritis
- Pekan ke-29: Persija harus menerima hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta, yang mengurangi peluang maksimum.
- Pekan ke-30: Laga melawan Persis Solo menjadi momentum penting untuk memangkas jarak dengan Persib dan Borneo.
- Pekan ke-31 hingga 33: Persija harus mengamankan kemenangan di semua laga, termasuk konfrontasi langsung melawan Persib pada pekan ke-32 tanggal 10 Mei 2026.
Jika Persija berhasil mengumpulkan poin penuh di lima laga terakhir (total 74 poin) dan Persib serta Borneo masing-masing kehilangan setidaknya tiga poin, peluang menyalip menjadi sangat kuat.
Masalah Finishing yang Menyebabkan Imbang
Data pertandingan pekan ke-29 menunjukkan bahwa Persija dan Persib sama-sama gagal mengonversi peluang menjadi gol. Persija hanya mampu mencetak satu gol melawan PSIM Yogyakarta, sementara Persib tidak mencetak gol melawan Arema FC meskipun menciptakan 28 tembakan ke gawang. Kedua tim berbagi masalah serupa: ketajaman lini depan yang belum maksimal. Mauricio menegaskan bahwa perbaikan di fase akhir serangan menjadi prioritas utama menjelang sisa musim.
Perhitungan Matematis Peluang Juara
Berikut tabel perhitungan poin maksimal dan minimal untuk tiga tim teratas:
| Tim | Poin Saat Ini | Poin Maksimal (5 laga) | Poin Minimal (Jika kalah semua) |
|---|---|---|---|
| Persib Bandung | 66 | 81 | 66 |
| Borneo FC | 66 | 81 | 66 |
| Persija Jakarta | 59 | 74 | 59 |
Dengan asumsi Persib atau Borneo tidak mampu meraih lebih dari 12 poin dari lima laga (misalnya 3 kemenangan, 2 kekalahan), total mereka akan berada di 78 poin. Dalam skenario ini, Persija menyalip dapat tercapai dengan 5 kemenangan (74 poin) dan persaingan ketat pada laga penentu melawan Persib.
Kesimpulan
Meski jarak poin masih cukup lebar, kombinasi kemenangan beruntun Persija, penurunan performa lawan terdekat, dan perbaikan finishing di sepertiga akhir dapat membuka peluang menyalip Persib. Fokus utama tim adalah memaksimalkan setiap peluang, menjaga kebugaran pemain di tengah jadwal padat, dan memastikan taktik Mauricio Souza berjalan efektif. Jika semua elemen tersebut selaras, persaingan gelar masih terbuka lebar bagi Macan Kemayoran.
